Trending | News | Daerah | Covid-19

Politik

Prahara Jiwasraya, Relawan Jokowi : Ada Gerakan Memframing Moeldoko

Dibaca : 315

Jakarta, Prokabar —  Prahara Jiwasraya yang tengah diusut Kejaksaan Agung, menggelinding kemana-mana.

Nama Kepala Staf Kepresidenan RI Jendral TNI Purn Moeldoko pun tak luput kena framing. Banyak komentar diduga tendensius, mengarah ke Ketua Umum HKTI itu. Di balik kondisi itu, tidak sedikit relawan pendukung Jokowi yang kecewa dengan dugaan gerakan pembunuhan karakter tersebut.

“Dugaan kami, ada sebuah gerakan yang mencoba-coba memframing pak Moeldoko dengan alasan, salah satu tersangka kasus Jiwasraya, yakni pak Hari Prasetyo pernah bekerja di KSP. Ini (tudingan,-red) dangkal,”  kata eks relawan Jokowi-Maaruf Amin, Muhammad Bayu Vesky melalui siaran pers, Jumat (31/1).

Nasrul Abit Indra Catri

Penggagas kampung Jokowi hingga Mushallah Jokowi di Sumatera Barat saat Pilpres 2019 lalu itu mengaku heran, ada elit yang diduga tak mampu memisahkan profesionalitas kerja di KSP dengan Jiwasraya.

Jauh sebelum perkara Jiwasraya ini meledak ke publik dan para pelakunya ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung, Hari Prasetyo pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis.

Ia bergabung berbarengan

dengan Ali Mochtar Ngabalin yang ditunjuk sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi dalam KSP periode lalu.

“Ke media, Bapak (Moeldoko,-red) kan tegas mengatakan baru kenal pak Hari itu di KSP. Kan di sana prosesnya mencari SDM terbuka. Beliau keluar dari Jiwasraya. Pada saat beliau di Jiwasraya itu, memiliki berbagai catatan positif bagaimana mengubah wajah Jiwasraya itu. Sehingga yang bersangkutan bisa diangkat,” kata Muhammad Bayu Vesky.

Saking tidak inginnya KSP diisi oleh orang-orang yang integritasnya diragukan, pada periode kedua Jokowi, setelah isu Jiwasraya muncul, Hari Prasetyo tidak lagi digunakan di KSP.

Kemudian, ada pula pihak yang menyebut, Moeldoko diduga melindungi Hari Prasetyo. “Mulai dari framing Hari menantunya, hingga framing akan melindungi. Ini jahat sekali. Padahal, kalau fair, biarkan saja proses hukum berjalan. Hormati,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI Moeldoko menyebut, pihaknya dipastikan tidak akan melindungi Hari Prasetyo walaupun pernah menjabat di lingkungan Istana Negara.

“Berikutnya KSP tidak melindungi. Apa yang dilindungi wong persoalannya nggak ngerti. Ngertinya baru-baru ini. Apa yang saya lindungi? Enggak.”

“Jadi tidak ada Moeldoko melindungi, apalagi Istana. Saya aja enggak. Moeldoko tidak ada melindung, KSP enggak, apalagi Istana. Istana saja nggak ngerti kalo pak Hari ada di sini,” kata Moeldoko. (rel)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top