Jakarta, Prokabar – Pertama kalinya, festival kontemporer hadir di lantai 6 Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta. Gelaran pameran yang mengangkat berbagai praktik dan karya-karya seni sebagai refleksi khazanah nilai budaya Nusantara ini diberi nama ‘artina.’ (art: seni ; ina: Indonesia).
Dibalik pagelaran yang berhasil menyatukan sejumlah seniman dari segala bidang ini ada sosok wanita sebagai penyelenggara bernama Morine Rociana.
Dibawah bendera Mojisa Creative, Morine ingin mengajak khususnya generasi muda untuk melihat secara langsung maha karya seniman murni dan kontemporer di satu tempat yaitu Sarinah.
“Total seniman di artina#1 ada 27 seniman diluar yang kolektif . Tidak hanya berkolaborasi dengan pameran seni rupa murni tapi lebih kolaborasi juga dengan seniman bidang fashion dan arsitek. Sedangkan di gelaran artina#2 ada kolaborasi dengan seni tari, musik dan lainnya,” jelas Morine usai acara temu awak media di lantai 6, Gedung Sarinah, Jakarta.
Sederat seniman kenamaan, karyanya akan ditampilkan mulai 17 Desember 2022 hingga 19 Februari 2023. Karya aktor Dwi Sasono dan perancang busana Asha Smara Darra pun turut menghiasi sudut pameran ‘artina.Sarinah’.
“Seperti yang kita tahu, Asha Darra dibidang fashion menghadirkan karyanya berupa kain dijadikan menhir berukuran besar berwarna hitam,” jelas Morine sambil menunjukkan karya Asha Darra yang terpampang megah.

“Dwi Sasono, seorang aktor juga punya karya patung yang diberi tema ‘lebur’. Jadi patung batu yang sudah rusak diperbaiki dengan leburan logam. Karya Dwi Sasono bisa dilihat di ruang Ir Soekarno. Ada lima karya yang kita pilih untuk diperlihatkan kepada pengunjung,” sambung Morine.
Menurut Morine, tidak sulit mengajak para seniman untuk terlibat dalam pagelaran ini. “Mereka (seniman) sangat antusias dan kami cukup senang dan bangga bisa menghadirkan maha karyanya di sini,” ujar Morine menambahkan.
Daftar seniman yang turut terlibat dalam pameran ini yakni, Alfiah Rahdini, Bibiana Lee, Citra Sasmita, Dicky Takndare, Dwi Oblo, Dwi Sasono, Eddy Susanto, Eko Prawoto, Galam Zulkifli, Hansen Thiam Sun, Made Agus Darmika (Solar), Melati Suryodarmo, Meta Anjelita, Nano Warsono & Jogja Disability Arts, Popok Tri Wahyudi, Putu Sutawijaya, Radi Arwinda, Rubi Roesli, Ruth Marbun, Sasya Tranggono, Sigit Pamungkas & Gregorius Supie Yolodi, Sri Astari, Teguh Ostenrik & Yayasan Terumbu Rupa, Titarubi dan Yani Mariani Sastranegara.
Pameran artina.Sarinah akan dibuka untuk umum mulai 17 Desember 2022 dengan harga tiket masuk sebesar Rp50.000, para pengunjung akan disuguhkan pengalaman yang tak terlupakan. Tiket bisa dibeli melalui Tiket.com atau secara langsung di lokasi pameran.
“Kami berharap dapat memberikan sebuah pengalaman yang lebih bagi penikmat seni rupa di Indonesia. Selain itu juga dapat menjangkau ekosistem seni rupa yang lebih luas lagi, dimana nantinya akan dapat menjangkau para seniman seniman dari berbagai daerah,” pungkasnya. (beb)
















