Seharusnya, sejarah dibangun Ayah bersama Mamak dari Buya Hamka tersebut tidak dilupakan begitu saja. Harusnya gedung bersejarah dan masyarakat setempat, diperhatikan lebih sehingga kebangkitan Islam pembaharuan itu kembali bangkit dan semakin maju dikemudian hari.
KPGH Tanjung Raya Membangkit Batang Tarandam Sejarah Ulama.
Berkat dorongan dan dukungan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, lahirlah sebuah komunitas Pemuda Generasi Hamka disingkat KPGH. Digagas seorang Jurnalis bernama Rudi Yudistira bersama pemuda-pemuda setempat, dengan tujuan mengangkat kembali Marwah Buya Hamka dan sejarah ulama Nagari Sungai Batang.
Berbagai terobosan dan kerjasama sejumlah pihak, telah dilakukan. Al-hasil Jajaran Pemerintahan Kabupaten Agam, Polres dan Kodim 0304 Agam dan beberapa Komunitas dan Universitas merespon positif kehadiran komunitas pemuda tersebut. Misi utama mereka, menggali kembali situs-situs, Manuskrip dan sejarah ulama yang ada di sana.

Bila catatan sejarah ulama dan situs tersebut terhimpun, pembenahan dan rehap dilakukan sehingga dapat dijadikan Wisata Reliqius Kampung Buya Hamka. Saat ini, komunitas tersebut telah memulai dengan membersihkan kembali Jenjang Asmaul Husnah, sebuah jenjang atau jalan satu-satunya masyarakat untuk melalui perkampungan Tanjung Sani, Batu Ajung, Kampung Tangah dan Data Kampung Dadok.
Usai Jenjang tersebut Surau Tua Haka juga kembali dilirik, tepatnya di Kampung Kabun, Jorong Batung Panjang. Kutubchanah beserta makam Haka di Muaro Pauah dan Makam Syekh Muhammad Amrullah juga menjadi perhatian KPGH nantinya. Selain itu, Makam Guguak Katur beserta beberapa tempat bersejarah dari ulama tersebut akan kembali digali dan dicatat sejarahnya. Berharap, catatan sejarah yang akan diangkat itu, kembali diketahui generasi selanjutnya. Sehingga dapat memperdalam pengetahuan serta keimanan dan ketaqwaan generasi muda kepada Allah SWT. (*)
















