Maimbau Urang Siak Saat Berbuka. Dimana Pula Itu?

Penulis -

Minggu, 3 Juni 2018 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batusangkar, Prokabar – Maimbau atau mengundang Urang Siak ke rumah untuk berbuka puasa, merupakan tradisi pada kaum Tarbiyah di Ranah Minang. Pernah tahu?

Urang Siak yaitu orang alim atau ustad. Biasanya diimbau berbuka puasa bersama. Ia akan datang dengan anak didiknya untuk membaca salawat Nabi dengan cara didendangkan seperti membaca nazam.

Tradisi ini ada di Luhak Nan Tigo yaitu bagi golongan Tarbiyah. Juga golongan lain. Meski begitu, sekarang sudah makin berkurang, namun tetap lestari di beberapa nagari.

Urang Siak

Urang Siak merupakan sebutan sejak berabad-abad lalu di sini. Pada mulanya syiar Islam di Minangkabau semakin semarak dengan datangnya mubaligh-mubaligh dari Siak Indragiri, Riau ke Minangkabau. Sejak itu, mereka yang alim disebut Urang Siak.

Pakiah

Selain Urang Siak ada juga Pakiah. Yang disebut terakhir, anak-anal pesantren Tarbiyah. Pada hari-hari tertentu mereka “dilepas” ke tengah-tengah masyarakat berjalan kaki. Remaja itu sedang praktik lapangan mengembangkan ajaran Islam.

Di desa-desa mereka diundang naik ke rumah.

“Yuang naiklah Nak,” kata mandeh-mandeh Minangkabau.
Pakiah yang membawa buntil warna putih, kupiah, berkain sarung itu pun naik.
Tuan rumah akan meminta doa agar guru-guru, orang tua, kakek-nenek, alim ulama, didoakan.

Menjelang atau sehabis berdoa, dihidangkan makan.
Tatkala Pakiah akan pergi, mandeh-mandeh Minangkabau akan bergegas ke dapur. Ia akan ambil “bareh saganggam,” yang disisihkan segenggam setiap akan memasak. Beras itu dimasukkan ke tabung. Sudah diniatkan untuk Pakiah dan Urang Siak.

Kini saatnya beras itu diberikan dan sedikit uang.

“Sudah kelas berapa Nak?”

“Kelas lima Biyai,” jawab si anak.

“Sudah belajar Nahu, Syaraf?”

“Sudah.”

“Rajin-rajin sekolah ya, jaga agama kita.”

Peristiwa itu terjadi hampir di tiap rumah.
Lalu kini? ( eym/nrs )

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

#JadiLebihBaik di Ramadan: XL Axiata Gelar Program “Berbagi Kebaikan” di Sumatera
Para Pencari Tuhan Jilid 18 Hadirkan Tema ‘Dunia Sementara, Coy!’ yang Relevan dengan Isu Anak Muda
Tanah Haram Kami Rindu (3)
Tanah Haram Kami Rindu (2)
Tanah Haram Kami Rindu (1)
Deddy Mizwar Beri Pesan Moral Mendalam Lewat Sinetron “Lorong Waktu”
Cut Syifa Antusias Perankan Tokoh Utama di Sinetron Terbaru SCTV “Cinta Di Ujung Sajadah”
Main FTV Ramadan SCTV, Eza Gionino Alami Perjalanan Spiritual

Berita Terkait

Rabu, 19 Maret 2025 - 00:18 WIB

#JadiLebihBaik di Ramadan: XL Axiata Gelar Program “Berbagi Kebaikan” di Sumatera

Sabtu, 15 Maret 2025 - 23:44 WIB

Para Pencari Tuhan Jilid 18 Hadirkan Tema ‘Dunia Sementara, Coy!’ yang Relevan dengan Isu Anak Muda

Rabu, 12 Maret 2025 - 14:04 WIB

Tanah Haram Kami Rindu (3)

Selasa, 11 Maret 2025 - 06:17 WIB

Tanah Haram Kami Rindu (2)

Senin, 10 Maret 2025 - 15:06 WIB

Tanah Haram Kami Rindu (1)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB