LP3M Universitas Andalas Selenggarakan Workshop Pengembangan Mutu Bahan Ajar

Penulis -

Kamis, 20 Februari 2020 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Mutu Bahan Ajar pada Kamis (20/02/) di Ruang Sidang Pimpinan Gedung Auditorium Sayap Selatan, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Kota Padang.

Workshop ini diikuti oleh 150 orang peserta yakni dosen-dosen dari seluruh program studi/jurusan yang ada di Unand, dan sebagian besarnya adalah Dosen Muda.

Narasumber dalam workshop ini adalah Dr. Asrinaldi, M.Si dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unand yang menyampaikan materi tentang penulisan konten atau isi dari buku ajar, dan Heru Dibyo Laksono, ST., MT., dari Fakultas Teknik (FT) Unand yang menyampaikan materi tentang tata lay out buku ajar.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua LP3M Unand, Prof. Dr. Henny Lucida, Apt., menyampaikan beberapa poin penting porgam kerja LP3M Unand. Diantaranya adalah kebutuhan untuk menyesuaikan dengan kebijakan “kampus merdeka”.

“Pertama, pentingnya akreditasi internasional program studi, di mana saat ini baru 12 prodi di Unand yang sudah mendapatkannya. Kedua, peran aktif dosen dalam penyusunan kurikulum outcome based education_ (OBE), bukan lagi berbasis konten atau isinya. Ketiga penyelenggaraan perkuliahan daring atau _on line_. Ketiga poin penting tersebut terutama untuk menghasilkan peningkatan daya saing lulusan di dunia kerja.” ungkapnya.

Selain itu, Henny juga menyampaikan tentang adanya hibah penelitian Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP). “Salah satu kegiatan yang akan didanai LP3M berupa pengembangan metoda pembelajaran melalui pembuatan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) menurut format OBE ( _outcome based education_ ), penelitia tindakan kelas (PTK), dan perencanaan dan pelaksanaan tugas Badan Penjaminan Mutu (BAPEM) dan Gugus Kendali Mutu (GKM).” sambungnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, sampai saat ini, Unand sudah memperoleh peringkat empat nasional untuk penelitian namun belum berbuat banyak dalam hal peningkatan metoda untuk menghasilkan pedidikan yang bermutu dan meningkatkan daya saing lulusan (Misi nomor 1 dan core business Unand).

“Oleh sebab itu, LP3M menyediakan 75 hibah PPMP. Dananya per proposal per dosen adalah Rp. 5 juta (yang diserahkan lunas setelah output dilengkapi) plus terdaftar sebagai presenter oral pada seminar internasional yakni International Conference on Educational Development and Quality Assurance (ICED-QA) pada bulan Oktober setiap tahun plus publikasi artikel di prosiding yang terindeks scopus.” terangnya. (*/Virtuous Setyaka)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau
Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental
Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok
Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi
58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya
96 Orang Siswa Smantara Ikuti TKA 2025
Suka Suka Band, Slank & Bernadya Guncang Pensi Teras 2025 SMAN 3 Jakarta di Balai Sarbini
Kurikulum Berbasis Cinta Resmi Diluncurkan, UIN Bukittinggi Siap Implementasi

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:15 WIB

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:34 WIB

Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:55 WIB

Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok

Selasa, 14 April 2026 - 19:23 WIB

Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi

Kamis, 13 November 2025 - 07:05 WIB

58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB