Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Los Meteran Hingga Pakai Mesin Pompa Air, Perjuangan Pelanggan PDAM Pasaman Untuk Mendapatkan Air

Dibaca : 242

Pasaman, Prokabar — Pelayanan PDAM Pasaman kembali dikeluhkan pelanggan. Sekitar empat hari, air tak setitikpun mengalir di areal Pasar Lama Lubuk Sikaping. Pusing kepalang masyarakat dibuatnya.

“Iya, sudah empat hari mati. Entah apa yang terjadi, tak ada hek atau hok nya, tiba-tiba air mati,” kata Roy, salah satu pelanggan di Pasar Lama Lubuk Sikaping.

Matinya air PDAM, membuat masyarakat bekerja ekstra. Mereka terpaksa mengambil air dari sungai.Untuk memasak, air isi ulang terpaksa jadi pilihan. “Sudahlah letih, biaya habis pula untuk memenuhi air di rumah,” kata Roy.

Menanggapi hal ini, Direktur PDAM Pasaman, Ahmad Subur membenarkan matinya air di jaringan sekitar Pasar Lama Lubuk Sikaping. “Iya, airnya mati. Sekarang hari ini hidup lagi,” kata Ahmad melalui pesannya kepada Prokabar.com, Selasa (7/7).

Diakui Ahmad, matinya air ini dikarenakan ada pengerjaan peningkatan kapasitas air. “Kami mohon maaf atas gangguang ini. Semuanya demi kebaikan pelanggan juga,” kata Ahmad.

Di sisi lain, sering bermasalahnya pelayanan PDAM Pasaman sudah mendarah daging dirasakan masyarakat. Selain sering mati, air berlumpur, ada cacing juga, pelanggan kerap mengeluarkan modal ekstra untuk menikmati air PDAM.

Pantauan Prokabar.com, di sekitar wilayah Lubuk Sikaping, tidak satu dua pelanggan harus memakai mesin pompa air, agar air PDAM bisa mengalir ke rumahnya. Ini dikarenakan tekanan yang sampai ke rumah tidak kuat.

Ironisnya, kasus los meteran banyak dilakukan warga demi menekan ongkos dalam perjuangan mendapatkan air. Bila malam, masyarakat berpacu dalam menampung air di dalam bak, lantaran siang hari air kerap tidak sampai ke jaringan rumah masyarakat. Ini sangat terasa di sekitar Pasar Lama Lubuk Sikaping dan beberapa daerah lainnya.

“Itu diloskan meteran oleh abang (dibalikan pemasangannya). Lantaran, meteran tetap jalan oleh tekanan udara di dalam jaringan, makanya kami loskan. Setiap bulan dicatat petugas, entah apa yang dicatat. Saya rasa mereka tau, namun apaladaya, kesalahan ada pada mereka. Kami memakai mesin pompa air bila ingin merasakan air PDAM. Itupun bisa dipakai bila malam, kalau siang jangan tanya, air takan sampai ke sini,” pungkas Mirna, salah satu ibu rumah tangga di kawasan Pasar Lama. (ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top