Los Meteran Hingga Pakai Mesin Pompa Air, Perjuangan Pelanggan PDAM Pasaman Untuk Mendapatkan Air

Penulis -

Selasa, 7 Juli 2020 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Pelayanan PDAM Pasaman kembali dikeluhkan pelanggan. Sekitar empat hari, air tak setitikpun mengalir di areal Pasar Lama Lubuk Sikaping. Pusing kepalang masyarakat dibuatnya.

“Iya, sudah empat hari mati. Entah apa yang terjadi, tak ada hek atau hok nya, tiba-tiba air mati,” kata Roy, salah satu pelanggan di Pasar Lama Lubuk Sikaping.

Matinya air PDAM, membuat masyarakat bekerja ekstra. Mereka terpaksa mengambil air dari sungai.Untuk memasak, air isi ulang terpaksa jadi pilihan. “Sudahlah letih, biaya habis pula untuk memenuhi air di rumah,” kata Roy.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Menanggapi hal ini, Direktur PDAM Pasaman, Ahmad Subur membenarkan matinya air di jaringan sekitar Pasar Lama Lubuk Sikaping. “Iya, airnya mati. Sekarang hari ini hidup lagi,” kata Ahmad melalui pesannya kepada Prokabar.com, Selasa (7/7).

Diakui Ahmad, matinya air ini dikarenakan ada pengerjaan peningkatan kapasitas air. “Kami mohon maaf atas gangguang ini. Semuanya demi kebaikan pelanggan juga,” kata Ahmad.

Di sisi lain, sering bermasalahnya pelayanan PDAM Pasaman sudah mendarah daging dirasakan masyarakat. Selain sering mati, air berlumpur, ada cacing juga, pelanggan kerap mengeluarkan modal ekstra untuk menikmati air PDAM.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Pantauan Prokabar.com, di sekitar wilayah Lubuk Sikaping, tidak satu dua pelanggan harus memakai mesin pompa air, agar air PDAM bisa mengalir ke rumahnya. Ini dikarenakan tekanan yang sampai ke rumah tidak kuat.

Ironisnya, kasus los meteran banyak dilakukan warga demi menekan ongkos dalam perjuangan mendapatkan air. Bila malam, masyarakat berpacu dalam menampung air di dalam bak, lantaran siang hari air kerap tidak sampai ke jaringan rumah masyarakat. Ini sangat terasa di sekitar Pasar Lama Lubuk Sikaping dan beberapa daerah lainnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Itu diloskan meteran oleh abang (dibalikan pemasangannya). Lantaran, meteran tetap jalan oleh tekanan udara di dalam jaringan, makanya kami loskan. Setiap bulan dicatat petugas, entah apa yang dicatat. Saya rasa mereka tau, namun apaladaya, kesalahan ada pada mereka. Kami memakai mesin pompa air bila ingin merasakan air PDAM. Itupun bisa dipakai bila malam, kalau siang jangan tanya, air takan sampai ke sini,” pungkas Mirna, salah satu ibu rumah tangga di kawasan Pasar Lama. (ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB