Nasional

KPI Sebut Media Arus Utama Jadi Panduan Masyarakat Dalam Pemberitaan

Foto Beb - Diskusi FMB 9 bertajuk 'Pers Di Pusaran Demokrasi'

Jakarta, Prokabar – Media arus utama atau sering disebut ‘media mainstream’ jadi panduan utama bagi masyarakat dalam pusaran demokrasi sekarang ini.

Banyaknya media yang bermunculan dengan konten isi beragam membuat masyarakat mengalami krisis kepercayaan. Inilah yang membuat suasana politik yang berlangsung malah jadi mencoreng persatuan bangsa.

Kondisi tersebut dipaparkan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis di acara diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) bertajuk “Pers Di Pusaran Demokrasi”. Acara ini berlangsung di Ruang Serba Guna, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Rabu (26/5).

Melihat kepercayaan masyarakat, Yuliandre berharap kepada media arus utama harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Selain itu bisa bertahan dengan arus informasi dari berbagai saluran yang begitu deras.

Foto Beb – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis

Sebagai contoh dalam kasus Pemilu yang tengah bergejolak saat ini, KPI mengawasi 16 jaringan TV nasional, 800 TV lokal dan 2000 radio di seluruh Indonesia. “Alhamdulillah berjalan dengan baik sesuai dengan petunjuk yang kita buat untuk dipatuhi,” tegasya.

Yuliandre pun berharap kepada media yang sudah dipercaya masyarakat ini bisa meredam perpecahan. “Jangan sampai media yang sudah dipercaya oleh masyarakat justru menggiring pada perpecahan. Juga untuk masyarakat harus selektif dalam menerima informasi yang disajikan,” himbau Yuliandre.

“Dalam dunia penyiaran, fakta harus membentuk opini, bukan sebaliknya. Ini menjadi pedoman wajib bagi kerja jurnalistik di dunia penyiaran yang diawasi KPI,” tambahnya lagi.

Selain Yuliandre, dua narasumber lainnya yaitu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari, dan Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers Agus Sudibyo turut menghangatkan suasana diskusi bersama awak media. (beb)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top