KPI Sebut Media Arus Utama Jadi Panduan Masyarakat Dalam Pemberitaan

Penulis -

Rabu, 26 Juni 2019 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Media arus utama atau sering disebut ‘media mainstream’ jadi panduan utama bagi masyarakat dalam pusaran demokrasi sekarang ini.

Banyaknya media yang bermunculan dengan konten isi beragam membuat masyarakat mengalami krisis kepercayaan. Inilah yang membuat suasana politik yang berlangsung malah jadi mencoreng persatuan bangsa.

Kondisi tersebut dipaparkan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis di acara diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) bertajuk “Pers Di Pusaran Demokrasi”. Acara ini berlangsung di Ruang Serba Guna, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Rabu (26/5).

Baca Juga :  Wamendiktisaintek Apresiasi Nindya Karya, Sekolah Garuda Jadi Prioritas

Melihat kepercayaan masyarakat, Yuliandre berharap kepada media arus utama harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Selain itu bisa bertahan dengan arus informasi dari berbagai saluran yang begitu deras.

Foto Beb – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis

Sebagai contoh dalam kasus Pemilu yang tengah bergejolak saat ini, KPI mengawasi 16 jaringan TV nasional, 800 TV lokal dan 2000 radio di seluruh Indonesia. “Alhamdulillah berjalan dengan baik sesuai dengan petunjuk yang kita buat untuk dipatuhi,” tegasya.

Baca Juga :  Wamendiktisaintek Apresiasi Nindya Karya, Sekolah Garuda Jadi Prioritas

Yuliandre pun berharap kepada media yang sudah dipercaya masyarakat ini bisa meredam perpecahan. “Jangan sampai media yang sudah dipercaya oleh masyarakat justru menggiring pada perpecahan. Juga untuk masyarakat harus selektif dalam menerima informasi yang disajikan,” himbau Yuliandre.

Baca Juga :  Wamendiktisaintek Apresiasi Nindya Karya, Sekolah Garuda Jadi Prioritas

“Dalam dunia penyiaran, fakta harus membentuk opini, bukan sebaliknya. Ini menjadi pedoman wajib bagi kerja jurnalistik di dunia penyiaran yang diawasi KPI,” tambahnya lagi.

Selain Yuliandre, dua narasumber lainnya yaitu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari, dan Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers Agus Sudibyo turut menghangatkan suasana diskusi bersama awak media. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamendiktisaintek Apresiasi Nindya Karya, Sekolah Garuda Jadi Prioritas
Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya sebagai Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Pecat Kepala BGN dan Dua Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang Naik Jadi Kepala yang Baru
Rahmat Saleh Dorong Gerakan Makan Ikan Masuk Masjid dan Lembaga Pendidikan
Kolaborasi Inklusif Tab Space dan JNE Warnai Eksibisi Panasonic Art with Heart 2026
Sinergi JNE dan TIKI Sambut Idul Adha 1447 H: Tebar 30 Ekor Sapi Kurban hingga Hadirkan Beragam Promo Menarik
Dony Oskaria Sebut Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh
Kepala BP BUMN Kecam Keras Kriminalisasi Kakek Mujiran, Beri Teguran Keras ke PTPN
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:40 WIB

Wamendiktisaintek Apresiasi Nindya Karya, Sekolah Garuda Jadi Prioritas

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:59 WIB

Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya sebagai Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:29 WIB

Presiden Pecat Kepala BGN dan Dua Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang Naik Jadi Kepala yang Baru

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:35 WIB

Rahmat Saleh Dorong Gerakan Makan Ikan Masuk Masjid dan Lembaga Pendidikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:43 WIB

Kolaborasi Inklusif Tab Space dan JNE Warnai Eksibisi Panasonic Art with Heart 2026

Berita Terbaru