Nasional

KKP Amankan Kapal Pembawa Ikan Beku Ilegal


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyita 374,5 kilogram ikan beku ilegal

Hiu Ilegal

Petugas BKIPM saat mengamankan ikan beku ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok (sumber; KKP)

Dibaca : 141

Prokabar.com, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyita 374,5 kilogram ikan beku ilegal.

KKP menyita ikan tersebut lantaran masuk dalam ikan dilindungi.

Ikan tersebut tercantum dalam Appendix II The Covention On International Trade in Endagered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) atau nyaris punah.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan BKIPM, rina, menceritakan petugas menerima informasi pengiriman ikan Hiu tanpa dokumen dari Natuna, Kepulauan Riau.

BKIPM mendapatkan informasi tersebut pada Minggu, 21 Maret 2021 sekitar pukul 09.15 WIB.

Baca Juga:

“Pelaku mengirim komoditas ikan ini mengunakan kapal laut,  petugas memperkirakan kapal ini bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada Minggu pukul 19.00 WIB,” kata Rina dalam rilisnya pada Prokabar.com, Sabtu (27/3).

Rina melanjutkan kapal tersebut baru bersandari pada Senin, 22 Maret 2021, pukul 15.15 WI di Pelabuhan Tanjung Priok.

Hiu Ilegal

Petugas BKIPM mengamankan ikan ilegal di Tanjung Periok (Sumber: KKP)

Di dalam kapal terdapat data muatan berupa ikan Hiu beku.

Petugas langsung memverifikasi dokumen dan menemukan sertifikat kesehatan ikan dan mutu hasil perikanan domestik bernomor P/KI-D2/25 2/3/2021/000171/

Sertifikat tersebut berasal dari BKIPM Tanjungpinang Wilayah Kerja Natuna pada 15 Maret 2021.

Jenis komoditas dalam sertifikat tersebut adalah Hiu Cucut 1000 kilogram, dan ikan Jahan 9000 kilogram.

Setelah pemeriksaan ternyata ada 4.167,59 kilogram yang teridentifikasi 4 jenis Hiu (374,15 kilogram) yang termasuk dalam Appendix II CITES atau peredarannya sudah teratur dengan kuota.

Pengamanan Komoditas Ikan Hiu

Komoditas Hiu tersebut di antaranya lima Hiu Sutra sebanyak 5 ekor dengan berat 23,6 kilogram.

Kemudian 29 Hiu Martil (1771,1 kilogram), Pari Kikir tiga ekor (78,90 kilogram), dan Pari Long Bun sebanyak 6 ekor seberat 94,55 kilogram.

“Setelah kita dalami ternyata komoditas ini tidak memiliki dokumen dari PSPL setempat,” kata Rina.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top