Pendidikan

Kisah Dosen Inovatif, Gagas Pertunjukan Tradisi Lisan dengan Media Sosial

Dibaca : 186

Agam, Prokabar — Eka Meigalia, M.Hum. seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas salah satu peneliti sekaligus perhatian seniman tradisional Minangkabau cukup membanggakan. Pasalnya, aksi penelitian dan gagasannya, mendorong seniman lebih kreatif dan inovatif dalam pengembangan tradisi lisan yang mulai ditinggal masyarakat.

“Fenomena pemanfaatan tradisi lisan sebagai konten kreatif di media sosial menjadi objek yang menarik untuk dikaji. Konten yang muncul beragam. Ada berupa domentasi pertunjukan, kebetulan dilihat dari pemilik akun, ada yang memang khusus dibuat untuk menjadi konten diakunnya,” ungkap Eka Meigalia, kepada Prokabar.com, Minggu (14/3).

Dosen spesifik Tradisi Lisan tamatan Magister Ilmu Susastra Universitas Indonesia ini mencontohkan, bagaimana “Dendang Bujang Marando” dijadikan konten akun @urianuvita yang disukai dan dilihat banyak orang. “Ternyata pemanfaatan media sosial ini sangat ampuh dan mampu mengenalkan kembali kesenian musik Dendang Saluang. Yang awalnya sudah mulai tidak disukai, kembali menjadi banyak disukai generasi muda beserta masyarakat secara luas,” tuturnya.

Hampir beberapa komunitas dan pelaku seni musik atau pelestari tradisi lisan itu, di masa pandemi covid-19 ini, media sosial benar-benar dimanfaatkan lanjutnya. Facebook dan youtube menjadi media atau sarana paling banyak menampilkan pertunjukan tradisi lisan.

Berkat semangat dan gagasan itu, sudah mulai tumbuh banyak konten atau akun media sosial yang terus kreatif dan inovatif dalam berkesenian. Terutama tradisi lisan yang mulai ditinggal masyarakat. Dampak sebuah kemajuan teknologi memang harus dilakukan upaya terobosan, sehingga manfaat teknologi itu bermanfaat untuk manusia dan kebudayaan bangsa.

Al hasil, Ibu muda kelahiran Bukittinggi, 23 Mei 1984 ini mendapat apresiasi yang baik dari banyak pihak. Termasuk Dirjen Kebudayaan RI melalui Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan. Dimasa pandemi covid-19 di 2020 lalu mendapat kesempatan menyelenggarakan Pertunjukan Tradisi Lisan Minangkabau secara daring melalui media sosial.

“Dari dukungan Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan Dirjen Kebudayan RI, maka terlaksanalah program Marantang Curito pada tahun 2020. Pertunjukan Tradisi Lisan Minangkabau disiarkan melalui media sosial facebook dan youtube,” terangnya.

Kita berharap semua penggiat, pelaku, pemerhati dan pekerja seni tradisional atau tradisi lisan yang berkembang saat ini, memang harus bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pertunjukan langsung.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top