Padang, Prokabar — Saat ini berdasarkan ratio dosen dan Guru Besar Universitas Andalas menduduki peringkat keenam dari semua Perguruan Tinggi-Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia.
Ketua Majelis Guru Besar Universitas Andalas Prof. Fauzan Azima, mengatakan semenjak Universitas Andalas berdiri hingga sekarang sudah memiliki Guru Besar sebanyak 231 orang, “Dan Guru Besar yang pertama adalah Prof. Dr. Ir. Jurnalis Kamil dari Fakultas Pertanian,” terangnya dilansir Kamis (5/12).
Dikatakannya sedangkan Guru Besar yang aktif sebanyak 146 orang dengan distribusi Fakultas Pertanian 24 orang, Fakultas Kedokteran 12 orang, Fakultas Ekonomi 13 orang, Fakultas Hukum 8 orang, FMIPA 19 orang, Fakultas Peternakan 24 orang, Fakultas Ilmu Budaya 4 orang, FISIP 5 orang, Fakultas Teknik 15 orang, Farmasi 12 orang, Fakultas Teknologi Pertanian 9 dan FTI 1 orang.
“Fakultas Pertanian dan Peternakan memiliki jumlah Guru Besar terbanyak sedangkan Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan belum memiliki Guru Besar,” ujarnya.
Selain itu, ia menyampaikan selama tahun 2019 ini ia telah mengukuhkan sebanyak 19 orang Guru Besar termasuk dengan Pengukuhan tiga Guru Besar dari Fakultas Peternakan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
“Kemudian untuk tahun 2020 mendatang kemungkinan akan lebih banyak lagi Guru Besar yang akan dikukuhkan,” sambungnya.
Adanya peningkatan yang signifikan ini disampaikannya berkat hasil kebijakan empat tahun lalu khususnya berkaitan dengan penyediaan dana penilitian bagi Guru Besar dan percepatan Guru Besar yang dikeluarkan oleh Rektor.
Ia berharap dengan kepemimpinan Rektor Universitas Andalas yang baru Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH dapat terus meningkatkan dan mengembangkan program yang sudah ada.
Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Andalas Prof. Syafrizal Sy mengatakan setiap perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan jumlah Guru Besar sekaligus untuk meningkatkan kualitas dari risetnya.
Tentu sebagai institusi dibawah Ristekdikti Universitas melakukan hal-hal tersebut dalam mewujubkan harapan tersebut, salah satunya peningkatan jumlah Guru Besar dan peningkatan riset inovasi dari dosen di lingkungan Universitas Andalas.
Ia mengatakan jumlah Guru Besar Universitas Andalas dari tahun ketahun selalu menunjukkan peningkatan, dikarenakan beberapa hal salah satunya komitmen dosen dan kebijakan pimpinan dalam bentuk regulasi yang dikeluarkan Rektor yaitu memberikan insentif riset Guru Besar dan memberikan dana riset percepatan Guru Besar.
Senada dengan itu, Prof. Yose Rizal, MSc Ketua Tim Penilai Jabatan Akademik (TPJA) Universitas Andalas mengatakan Guru Besar merupakan suatu yang strategis untuk kemajuan bangsa. “Tentu Universitas Andalas perlu mempersiapkan bagaimana agar jabatan Guru Besar prosesnya lebih cepat dan meraih jabatan Guru Besar dalam waktu yang tidak berlarut-larut,” ujarnya. (*)
















