Kemendikbud Gelar Asistensi Bela Negara Bagi SMP

Penulis -

Sabtu, 8 Desember 2018 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakart, Prokabar — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar asistensi bela negara bagi jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kali ini, pendekatan permainan mendominasi penyelenggaraan asistensi yang berlangsung selama tiga hari, sejak 5 hingga 7 Desember 2018 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sebanyak 660 siswa dan guru pendamping dari Kota Balikpapan turut berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan pendidikan karakter ini.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud (Dir. PSMP Ditjen Dikdasmen Kemendikbud),  Enang Ahmadi mengungkapkan, pendekatan permainan dilakukan untuk menumbuhkan pendidikan karakter bagi para siswa SMP.

“Kami menerjemahkan pendidikan karakter bela negara itu di jenjang SMP untuk menumbuhkan karakter bela negara sekaligus menumbuhkan bakat dan minatnya,” kata   Enang seperti dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (8/12).

Disebutkan, karakter bela negara, sangat krusial ditumbuhkan bagi siswa SMP, sehingga dapat terintegrasi dengan karakter di jenjang selanjutnya, yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA). Adapun karakter bela negara mencakup nasionalisme, kemandirian, religius, integritas, dan gotong royong.

Asistensi Bela Negara merupakan momentum dari pendekatan penumbuhan karakter di jenjang SMP dengan program Bina Potensi Bintang. Program ini menekankan pada dukungan prestasi para siswa dengan memberikan ruang bagi prestasi anak melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Enang menegaskan perlunya kerja sama dari ekosistem pendidikan untuk membina pendidikan karakter. “Sebenarnya, ini momentum bahwa kita perlu kembali ke jati diri negara. Pembinaan karakter dilakukan setiap hari pada saat kegiatan belajar mengajar, meliputi kegiatan ekstrakurikuler, kokurikuler, intrakurikuler,” tegasnya.

Sementara itu, Kolonel Kav Prince Meyer Putong, selaku Paban II Mabes Angkatan Darat, mengungkapkan kegiatan kerja sama Kemendikbud dan TNI untuk asistensi bela negara merupakan langkah yang sangat positif. “Kegiatan ini membuktikan bahwa rasa kebangsaan dan bela negara dapat dilakukan dengan suasana menarik dengan materi aplikatif, dan bermain,” jelasnya.

Pendekatan ini sangat cocok dengan kepribadian para siswa SMP yang masih dekat dengan dunia bermain. “Jangan secara teori melulu, supaya para siswa dapat mengikuti kegiatan secara maksimal dan bersemangat, “ujarnya.

Sebagai tim pemateri, Kolonel Meyer menjelaskan bahwa tim melibatkan batalyon dari Kodam di lapangan untuk sekaligus mendekatkan profil Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai profil yang membela negara di medan perang. ” Kami dari Jakarta kerja sama dengan Kemendikbud, di lapangan ada penyelenggaranya, Kodam dilibatkan sebagai pengawas beserta batalyon, namun bukan untuk mengajari bertempur tapi menanamkan jiwa patriotis,” tegasnya.

Prince Calvi, salah seorang peserta dari SMP Sinar Pancasila, Gunung Pasir, Balikpapan, mengungkapkan ketertarikannya kepada pelaksanaan Asistensi Bela Negara bersama para TNI Angkatan Darat Republik Indonesia. “Pertama, saya merasakan takut bersama dengan kakak TNI tapi ternyata asyik karena diajak berkeliling dengan naik mobil perang, dan ramah,” ujarnya tersipu-sipu.

Peserta yang meraih hadiah sepeda saat Asistensi Bela Negara ini berlangsung, mengakui keikutsertaannya dalam perhelatan nasional baru kali pertama. Sehingga, siswa kelas VII ini mengaku sangat termotivasi. “Ini baru pertama maju di depan umum dan saya langsung menang dengan menjawab pertanyaan yang diberikan mengenai karakter bela negara yang dijelaskan,” ujarnya.

Ke depan, siswa yang bercita-cita menjadi anak buah kapal ini berharap teman-temannya pun turut serta dalam membela negara dengan melakukan hal-hal sederhana sebagai siswa tiap harinya. “Kan bela negara itu bukan hanya berperang, kita siswa SMP dapat lakukan hal-hal sederhana di sekolah seperti belajar rajin, mendengarkan guru saat mengajar, dan bertutur kata sopan,” ungkapnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau
Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental
Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok
Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi
58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya
96 Orang Siswa Smantara Ikuti TKA 2025
Suka Suka Band, Slank & Bernadya Guncang Pensi Teras 2025 SMAN 3 Jakarta di Balai Sarbini
Kurikulum Berbasis Cinta Resmi Diluncurkan, UIN Bukittinggi Siap Implementasi

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:15 WIB

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:34 WIB

Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:55 WIB

Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok

Selasa, 14 April 2026 - 19:23 WIB

Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi

Kamis, 13 November 2025 - 07:05 WIB

58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB