Kembangkan Kompetensi Penerjemahan, Pemerintah Gandeng 8 Lembaga Tunisia

Penulis -

Kamis, 21 November 2019 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tunisia, Prokabar — Sebanyak 8 (delapan) lembaga pendidikan dan instansi penerjemahan di Tunisia tekah menyatakan kesediaan untuk membantu Pemerintah Indonesia guna mengembangkan kompetensi penerjemahan Bahasa Arab bagi para pemegang Jabatan Fungsional Penerjemah (JFP) dari seluruh wilayah, baik tingkat Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Kesediaan ke delapan lembaga pendidikan dan instansi penerjemahan di Tunisia itu disampaikan saat menerima Kunjungan kerja Delegasi Kedeputian Bidang Dukungan Kerja Kabinet, Sekretariat Kabinet RI, di Tunis, Tunisia, Rabu (20/11) waktu setempat.

Sebagaimana diketahui Sekretariat Kabinet merupakan instansi pembina bagi pemegang JFP di seluruh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Kedelapan lembaga pendidikan dan instansi penerjemahan di Tunisia yang menyatakan ksediaannya itu di antaranya adalah Fakultas Sastra dan Humaniora Universitas 9 Avril, Tunis; Fakultas Sastra dan Humaniora Universitas Sousse; Institute for Training and Studies yang berada di bawah Kementerian Luar Negeri Tunisia; Institut Penerjemahan Tunis (Institute de Traduction de Tunis); Bourguiba Scholl; termasuk Tunisia-Africa Press Agency, dan Perpustakaan Nasional Tunisia.

Sebagai tindak lanjut, delegasi yang dipimpin oleh Asisten Deputi Bidang Penyelenggaraan Persidangan, Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet, Sekretariat Kabinet RI, Sjahriati Rochmah, S.H., S.Pd., M.Hum., LL.M., akan menyiapkan usulan rancangan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai payung hukum yang mengatur secara lebih rinci mengenai hak dan kewajiban yang tertuang dalam kerja sama dalam hal pelatihan penerjemahan Bahasa Arab itu.

“Melalui MoU tersebut, Penerjemah Pemerintah di seluruh Indonesia memiliki kesempatan untuk lebih meningkatkan kompetensinya di bidang Penerjemahan Bahasa Arab dengan belajar secara langsung di negara penutur jati Bahasa Arab,” kata Sjahriati Rochmah.

Dengan demikian, diharapkan peran strategis penerjemah sebagai jembatan komunikasi antara Pemerintah dengan mitranya di luar negeri dapat berkorelasi positif dengan upaya Pemerintah Pusat dan Daerah untuk untuk penguatan kerja sama antar negara dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB