Jakarta, Prokabar — XL Axiata mengoperasikan BTS dengan skema Universal Service Obligation (USO).
Pembuatan BTS ini berkerjasama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di sejumlah provinsi.
BAKTI yang terlibat dalam kerjasama itu antara lain Sumatra Selatan, tepatnya di Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara.
Pengoperasian ini merupakan langkah XL Axiata melanjutkan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan data ke wilayah pedesaan terpencil di luar Pulau Jawa.
Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan ada dua titik BTS USO di Sumatera Selatan yang saat ini beroperasi.
Masing-masing satu titik di Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.
Baca Juga:
- Usia ke 24, XL Axiata Komit Layanan Inovatif Demi Memajukan Indonesia
- XL Axiata Salurkan Bantuan dan Layanan Gratis Bagi Korban Bencana Alam di NTT dan Jawa Timur
- XL Axiata West Region Gelar Syukuran dan Santuni Panti Asuhan
Kedua BTS USO tersebut mulai beroperasi pada bulan Desember 2020 dan kini telah membuka akses telekomunikasi dan data bagi warga masyarakat sekitarnya.
“Sebelum ada BTS USO ini, desa tempat tinggal mereka sama sekali belum pernah terjangkau jaringan seluler baik untuk telepon maupun untuk internet.” ungkap I Gede Darmayusa melalui siaran pers, Kamis (22/4).
Di Kabupaten Musi Rawas Utara, BTS berada di Desa Sungai Kijang, Kecamatan Rawas Ulu.
Jaraknya sekitar 40 kilometer dari ibukota Kabupaten, Muara Rupit atau 310 kilometer dari Palembang.
Titik BTS USO yang kedua ada di Desa Bumi Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas.
Jaraknya hampir 100 kilometer dari ibukota Kabupaten, Muara Beliti, atau lebih dari 200 kilometer dari Palembang.
Kondisi Sebelum BTS USO Beroperasi
Sebelum adanya jaringan USO ini, masyarakat harus mencari sinyal ke desa lain yang jaraknya cukup jauh.
Jaringan memang belum ada di lokasi sekitar BTS USO.
Sebab itulah, hanya sebagian kecil masyarakat di desa tersebut yang memiliki ponsel pintar.
“Jaringan BTS USO menggunakan koneksi satelit BTS 2G dan 4G dengan tower setinggi 30 meter.”
“Masing-masing BTS bisa menjangkau pengguna hingga radius 7 kilometer dan mampu melayani pelanggan dalam waktu bersamaan hingga 200 pelanggan.”
Baca Juga Milenialisme.com
- Menjaga Komitmen Moral Selama Ramadhan
- Soeharto Bangun 999 Masjid dari Sedekah Umat Islam
- Lantunan Indah Para Gadis di Malam Pertama Ramadhan
Untuk memastikan jaringan tetap memiliki kualitas, pihak XL juga melakukan monitoring di Kantor Pusat XL Axiata.
“Meski ada di daerah yang terpencil, kami tetap memastikan jaringan di setiap titik BTS USO selalu terjaga.”
“Prinsipnya, kami akan melayani pelanggan sebaik mungkin di mana pun mereka berada, baik di perkotaan maupun yang jauh di pedesaan dan pelosok area.”
“Melalui pusat monitoring jaringan, kami bisa setiap saat mengetahui kondisi jaringan di setiap BTS USO.”
“Jika ada gangguan atau penurunan kualitas layanan, maka kami akan langsung menanganinya,” lanjut Gede.
Setelah tiga bulan beroperasi, saat ini masing-masing BTS USO tersebut telah melayani warga sekitar.
Peningkatan Pelanggan XL Axiata
Di Desa Sungai Kijang dan Desa Bumi Makmur telah ada ratusan pelanggan yang sangat aktif memanfaatkan layanan telekomunikasi dan data.
Trafiknya juga terpantau terus meningkat seiring dengan pemahaman masyarakat atas manfaat jaringan telekomunikasi dan data.
Bahkan mampu mendukung aktivitas ekonomi dan sosial.
Warga mendapatkan sim card XL Axiata melalui kios-kios yang ada di sekitar desa.
Hingga saat ini XL Axiata mengoperasikan total 360 BTS USO yang berada di 360 desa , 60 kabupaten, dan 17 provinsi.
XL Axiata akan terus berupaya menghadirkan layanan telekomunikasi dan data untuk masyarakat di desa-desa yang sebelumnya sama sekali belum terjangkau layanan tersebut.
Jaringan XL Axiata diperkuat lebih dari 144.000 BTS, sekitar 54.300 ribu di antaranya merupakan BTS 4G.
Jaringan 4G ini melayani pelanggan di 458 kota/kabupaten, di hampir semua provinsi yang ada di Republik Indonesia.
XL Axiata juga terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan data seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data. (rel)
















