Internasional

Jamaah Haji Indonesia ‘Serbu’ Museum Sahabat Nabi

Mekkah, Prokabar — Ma’rodh as-Shohabah atau museum sabahat Nabi yang baru saja dibuka sebulan lalu oleh Pemerintah Arab Saudi, telah menarik perhatian sedikitnya 10 ribu jamaah Indonesia di musim haji 2019 ini.

Terletak di kawasan Masjidil Haram, Makkah Al Mukarromah, museum yang terdiri dari 10 ruangan ini didesain dengan tata ruang sederhana tapi menarik. Ada bagian ruangan yang diterangi lampu penerangan listrik sepenuhnya. Ada pula yang hanya diterangi lampu temaram. Semuanya mendukung isi museum yang didominasi tampilan audio visual yang sempurna.

“Semuanya di museum ini membawa kita merasakan dan memahami perjuangan para sahabat di masa lalu,” ujar Muham Yusuf Hamdani, pemandu museum yang mengantar rombongan Amirul Hajj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkeliling ke museum itu.

Berkeliling museum bisa menghabiskan waktu sedikitnya 20 menit. Di salah satu ruangan terdapat audio visual yang menceritakan peperangan luar biasa di Jabal Uhud antara pasukan muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad, melawa kaum kafir Quraish yang dendam akibat kekalahan dalam perang Badar.

Pasukan Nabi yang mendapat kekalahan karena terpesona pada harta rampasan perang, menjadi pelajaran berharga yang diulas apik dalam museum.

Ada juga kisah kedekatan para sahabat terdekat Nabi yang dikisahkan lewat Siti Aisyah, isteri Nabi.

Dikisahkan, suatu malam Sayyidah Aisyah R.A. bermimpi didatangi tiga bulan purnama. Ketika terbangun, ia bertanya kepada Rasulullah apa takwilnya, namun tidak mendapat jawaban. Setelah Rasulullah wafat dan dikuburkan di kamarnya, ayah beliau, Abu Bakar, berkata, “Itulah bulan purnama pertama”.

Ketika ditanya tentang bulan purnama yang kedua, Abu Bakar diam tak menjawab. Baru setelah Abu Bakar wafat dan dikuburkan di sisi Rasulullah, tahulah Aisyah bahwa itulah bulan purnama yang kedua.

Diriwayatkan kemudian, Umar bin Khattab sampai mengutus anaknya, Abdullah, untuk menemui Aisyah, karena ingin jadi bulan purnama yang ketiga. Umar bin Khattab wafat. Dialah bulan purnama yang ketiga, dan dimakaman di samping Abu Bakar.

“Banyak lagi kisah para sahabat, termasuk betapa taatnya para sahabat terhadap ajakan bersedekah sampai ajakan perang,” kata Hamdani.

Buka setelah shalat Subuh, museum akan tutup kembali pukul 11 siang. Setelah itu dibuka kembali sampai pukul 11 malam. Hamdan dan seorang temannya, bertugas menjadi pemandu museum secara bergantian.

Sampai saat dikunjungi amirul hajj Indonesia, museum masih dalam masa promosi dan khusus pengunjung Indonesia dibebaskan dari harga masuk sebesar SAR15. (*/hdp)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top