Trending | News | Daerah | Covid-19

Pendidikan

Ini Saran Kemendagri untuk Mahasiswa Papua di Unand

Dibaca : 262

Padang, Prokabar — Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen OTDA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia Drs. Akmal Malik, menyarankan kepada mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Andalas untuk mengembangkan skillterlebih dahulu jangan langsung balik atau pulang kampung.

Hal itu, disampaikannya saat bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi Papua di Ruangan Rektor Universitas Andalas pada Kamis (21/11) didampingi Budi Arwan, S. STP, MSi Kasubdit Provinsi Papua dan Papua Barat pada Dit. Penataan Daerah Otsus dan DPOD Ditjen Otda Kemendagri.

Ia meminta kepada mahasiswa yang dari Papua maupun Papua Barat untuk mencari pengalaman dan mengembangkan skill yang ada didaerah lain terlebih dahulu sebelum pulang kedaerah masing-masing.

“Jangan cepat-cepat pulang dulu, sekarang sudah ada video call, manfaatkan teknologi yang ada,” ujarnya kepada mahasiswa tersebut. 

Disarankannya, untuk praktek atau magang terlebih dahulu baik di instansi pemerintah maupun swasta atau di Rumah Sakit (bagi yang mengambil program kesehatan).

Ia juga sudah berkomunikasi dengan kementerian, lembaga ataupun pemerintah daerah terkait untuk memfasilitasi potensi-potensi yang dimiliki oleh mahasiswa Papua maupun Papua Barat agar nantinya potensi tersebut dapat tersalurkan dengan baik.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan akan menambah kuota mahasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua untuk wilayah Sumatera Barat. 

“Program ADik ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah untuk membantu perguruan tinggi mencari dan menjaring calon mahasiswa dari daerah Papua dan Papua Barat serta daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T),” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Tafdil Husni, mengatakan Program ini  merupakan program pemerintah yang sudah berjalan dan Universitas Andalas merupakan salah satu PTN yang diberikan amanah oleh Kemenristekdikti. 

“Untuk saat ini tercatat ada sekitar 48 mahasiswa ADik Papua dan 3T yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Andalas dan tersebar di berbagai fakultas,” ujarnya.

Ia berpesan kepada mahasiswa ADik Papua dan Daerah 3T untuk dapat menamatkan pendidikannya tepat waktu dan berkualitas. 

“Tidak hanya menampatkan pendidikan tepat pada waktunya tetapi mahasiswa juga dituntut untuk dapat aktif baik di akademik maupun non akademik,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan dengan prestasi,skilldan pengalaman yang telah dimiliki, nantinya akan dapat digunakan untuk memajukan daerah tempat tinggal masing-masing. (*/hdp)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top