Ini Kronologis Kasus dr Fiera Lovita yang Membuat Masyarakat Sumbar Marah

Penulis -

Kamis, 8 Juni 2017 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Lovita

dr. Lovita

22 Mei 2017
dr Fiera mendapat telepon dari RSUD Solok, untuk menemui wakil direktur rumah sakit. Wakil direktur tersebut meminta dokter menghapus status facebook nya karena banyak protes yang disampaikan ke rumah sakit. Saat itu, dr Fiera menghapus status nya.

Siangnya dr Fiera ditemui oleh intel kepolisian. Polisi lalu membawa dokter beserta anaknya ke RSUD kembali. Dalam diskusi tersebut, kepolisian menjelaskan apa yang terjadi, termasuk sejumlah masyarakat mencari dr Fiera. Polisi meminta dokter untuk tetap hati hati. Keluar dari Rumah Sakit sejumlah orang mendatangi mobilnya. Masyarakat ini meminta dr Fiera membuat surat permohonan maaf dan disebar ke Facebook. Dokter Fiera menyanggupinya dan setiba di rumah langsung membuat dan meng upload surat itu.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

23 Mei 2017
dr Fiera Lovita kembali mendapatkan telepon dari rumah sakit, untuk segera datang. Sampai di rumah sakit, sudah banyak massa yang menunggu. dr Fiera dipanggil oleh Dirut RSUD dan meminta Fiera bertanggungvjawab dengan kegaduhan yang dibuatnya.

dr Fiera Lovita dibawa ke ruang pertemuan dengan para petinggi ormas FPI, Kapolsek Solok, Kasat Intel Solok beserta direktur dan jajaran direksi RSUD Solok.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Dia diminta menyampaikan permintaan maaf, menyesal dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
Setelah dr Fiera Lovita menyampaikan permintaan maaf secara terbata-bata, lanjut secara bergantian petinggi ormas dan FPI memperkenalkan diri dan menceramahi dirinya. Dimana pada intinya, mereka tidak terima dengan postingan dr Fiera Lovita.
Namun dr Fiera mengaku permohonan maaf belum menyelesaikan masalah.

27 Mei 2017
Fiera dibawa ke Polres Kota Solok untuk diamankan, menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Fiera pulang sesudah berbuka. jam 22.00 Kapolres Solok meminta dr Fiera hadir dalam pertwmuan antara bupati, walikota, polres, MUI, LKAAM dan unsur masyarakat lainnya. dr Fiera menolak hadir dengan alasan kelelahan.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Sementara itu Ketua FPI Sumbar, mengeluarkan pernyataan bahwa FPI tidak pernah melakukan intimidasi terhadap dr Fiera. Kasus ini dianggap selesai setelah dokter Fiera meminta maaf.

29 Mei 2017
Dokter Fiera memutuskan untuk meninggalkan Kota Solok karena merasa tidak aman. Fiera berangkat ke Jakarta ditemani seorang relawan dari Jakarta dan dikawal oleh sejumlah orang.

Lanjut Halaman 3

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB