22 Mei 2017
dr Fiera mendapat telepon dari RSUD Solok, untuk menemui wakil direktur rumah sakit. Wakil direktur tersebut meminta dokter menghapus status facebook nya karena banyak protes yang disampaikan ke rumah sakit. Saat itu, dr Fiera menghapus status nya.
Siangnya dr Fiera ditemui oleh intel kepolisian. Polisi lalu membawa dokter beserta anaknya ke RSUD kembali. Dalam diskusi tersebut, kepolisian menjelaskan apa yang terjadi, termasuk sejumlah masyarakat mencari dr Fiera. Polisi meminta dokter untuk tetap hati hati. Keluar dari Rumah Sakit sejumlah orang mendatangi mobilnya. Masyarakat ini meminta dr Fiera membuat surat permohonan maaf dan disebar ke Facebook. Dokter Fiera menyanggupinya dan setiba di rumah langsung membuat dan meng upload surat itu.
23 Mei 2017
dr Fiera Lovita kembali mendapatkan telepon dari rumah sakit, untuk segera datang. Sampai di rumah sakit, sudah banyak massa yang menunggu. dr Fiera dipanggil oleh Dirut RSUD dan meminta Fiera bertanggungvjawab dengan kegaduhan yang dibuatnya.
dr Fiera Lovita dibawa ke ruang pertemuan dengan para petinggi ormas FPI, Kapolsek Solok, Kasat Intel Solok beserta direktur dan jajaran direksi RSUD Solok.
Dia diminta menyampaikan permintaan maaf, menyesal dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
Setelah dr Fiera Lovita menyampaikan permintaan maaf secara terbata-bata, lanjut secara bergantian petinggi ormas dan FPI memperkenalkan diri dan menceramahi dirinya. Dimana pada intinya, mereka tidak terima dengan postingan dr Fiera Lovita.
Namun dr Fiera mengaku permohonan maaf belum menyelesaikan masalah.
27 Mei 2017
Fiera dibawa ke Polres Kota Solok untuk diamankan, menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Fiera pulang sesudah berbuka. jam 22.00 Kapolres Solok meminta dr Fiera hadir dalam pertwmuan antara bupati, walikota, polres, MUI, LKAAM dan unsur masyarakat lainnya. dr Fiera menolak hadir dengan alasan kelelahan.
Sementara itu Ketua FPI Sumbar, mengeluarkan pernyataan bahwa FPI tidak pernah melakukan intimidasi terhadap dr Fiera. Kasus ini dianggap selesai setelah dokter Fiera meminta maaf.
29 Mei 2017
Dokter Fiera memutuskan untuk meninggalkan Kota Solok karena merasa tidak aman. Fiera berangkat ke Jakarta ditemani seorang relawan dari Jakarta dan dikawal oleh sejumlah orang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















