Budaya

Ini Kata Pakar Tentang Sumpah Sati Bukik Marapalam

Tanah Datar, Prokabar – Menjawab Perbedaan pandangan terkait lahir dan tempat Se Sumpah Sati Bukik Marapalam, Sejarahwan Prof. Mestika Zed, mengatakan jika secara metodologi ilmu sejarah konvensial memang belum ditemukan dokumen yang menyatakan peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

Meski tidak ditemukan dokumen pasti, namun beliau menyakini peristiwa tersebut benar adanya. Hal ini juga mengacu pada metodologi sejarah alternatif yang menyebutkan bukan sejarah sebagai teks tetapi sejarah sebagai fakta sosial.

“Telah terbukti ada sintesis adat dan Islam dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, tumbuh, berkembang, dipakai dan mengakar sebagai identitas masyarakat Minagkabau,” ucap sang Profesor.

Berbeda dengan profesor, Asbir Dt Rajo Mangkuto menceritakan memiliki buku yang bertuliskan Arab Melayu tentang sejarah Bukik Sati Marapalam. Buku tersebut ia peroleh saat menjadi walinagari Baso tahun 1958 dan juga dimiliki 4 walinagari lain saat mengikuti suatu acara.

“Peristiwa Sumpah Sati Bukik Marapalam tahun 1403 M, merupakan bentuk peralihan kerajaan Minangkabau menjadi Kesultanan Minangkabau serta menginformasikan agar masyarakat Minangkabau harus waspada tentang perang Salib,” ucap Asbir.

Asbir Dt. Rajo Mangkuto juga mengatakan isi Sumpah Sati Bukik Marapalam terdiri dari 15 pasal 90 ayat di mana pada pasal 15 menyebutkan ada kewajiban untuk menyampaikan isi bai’at ke seluruh masyarakat Minangkabau.(eym)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top