Agam, Prokabar — Warga bergotong royong pasca putusnya akses jalan penghubung Cacang Randah dengan Bukik Malintang, di Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumbar, akhir pekan lalu. Mereka membangun jembatan sementara dari batang pohon kelapa. Setidaknya dapat dilalui anak-anak mereka untuk ke sekolah lagi.
Walijorong Bukik Malintang, Yusmar mengatakan akses tersebut satu-satunya jalan penghubung masyarakat. “Mulai ke pasar raya, kr kantor nagari, kantor camat, ke sekolah hingga membawa hasil pertanian,” ungkapnya.
Ia melanjutkan jalan itu putus disebabkan terjangan arus sungai disertai melimpahnya saluran irigasi. “Dua sisi arah yang berlawanan membuat badan jalan dan sawah di sekitarnya amblas. Jalan yang sudah diaspal itu pun akhirnya hancur dan terputus,” terangnya.
Jembatan terpaksa kami bangun karena tidak mungkin menunggu pembangunan yang entah kapan akan dimulai. “Kepala daerah dan OPD terkait sudah datang melihat serta mengukur-ukur untuk perencanaan pembangunan. Sementara itu, jalan ini kami butuhkan setiap hari. Ada ratusan pelajar tiap hari harus melintas dan ada ratusan warga yang hendak beraktifitas ke pasar maupun ke kantor nagari dan kecamatan,” tutup Walijorong Bukik Malintang tersebut. (rud)
















