Ini Dia, Desa Pembuat Topeng Terbaik Di Pulau Jawa

Penulis -

Sabtu, 1 September 2018 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu, Prokabar — Tari Topeng merupakan tarian tradisional yang berasal dari Pulau Jawa. Bandung, Cirebon, dan Indramayu memiliki ciri khas masing-masing. Tari topeng biasanya dilatarbelakangi kisah dan sejarah dari setiap daerah asalnya.

Tersebutlah Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu, yang sudah hampir setengah abad menjadi tempat pengrajin dan pembuatan berbagai macam topeng untuk dipentaskan maupun sebagai oleh oleh khas Kabupaten Indramayu.

“Di sini kami dari dulu membuat berbagai macam topeng dari mulai topeng pakem maupun topeng kreasi, dan ada pula souvenir topeng, seperti yang berbentuk gantungan kunci,” kata Raskim salah satu pengrajin topeng sekaligus pengurus Sanggar Seni Budaya Jaka Baru, Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu.

Pembuatan topeng melibatkan sejumlah anak muda, yang dianggap mampu dan mahir dalam berkreasi membentuk topeng yang sebelumnya sudah dikonsepkan. Satu topeng membutuhkan waktu oembuatan yang berbeda-beda sesuai tingkat kerumitannya.

“Untuk membuat satu topeng pakem, dibutuhkan waktu sekitar lima hari, adapun bahan bakunya yakni seperti kayu dari pohon jaranan, kayu tersebut ringan dan mudah dibentuk,” kata Raskim.

Alat yang digunakan untuk membuat topeng pun masih manual, yakni pisau ukir, golok, pahat dan gergaji.

Topeng asal Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu selama ini terkenal bagus dalam ukirannya. Sehingga tidak heran berbagai daerah, seperti wilayah Subang, Pati, Banyuwangi dan Lamongan sering membutuhkan jasa pembuatan topeng di desa tersebut, baik itu untuk pameran maupun untuk diperjualbelikan kembali.

Selain di Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu di juga masih ada beberapa pengrajin Topeng seperti di sanggar terkenal Tari Topeng Mimi Rasinah dan dan beberapa sanggar di Desa Lohbener Kecamatan Lohbener. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB