Humas Pemerintah Dikritik di Tengah Perkembangan Teknologi

Penulis -

Rabu, 24 Maret 2021 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Cyber PR

Ilustrasi Cyber PR

Prokabar.com, Padang –  Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan perubahan besar pada dunia Humas atau Public Relation.

Terutama pada Humas pemerintah, suka atau tidak perkembangan ini mengharuskan seluruh staf berbenah dan menyesuaikan diri.

Humas pemerintah harus bertransformasi dari cara-cara konvensional ke digital (online).

Pengaruh teknologi komunikasi dan internet sangat menunjang kegiatan Public Relation.

Baca Juga:

Pengaruh ini akhirnya melahirkan Cyber Public Relation atau Cyber PR.

Menurut Bob Julius Onggo (2004) dalam bukunya Cyber Public Relations, Humas melalui internet memiliki peranan yang lebih besar dan luas dari humas di dunia fisik.

Baca Juga :  Saatnya Indonesia Membuat Teknologi Penetralisir Asap Kabut

Cyber PR tak lagi bergantu sepenuhnya kepada perantara seperti wartawan dan media cetak.

Kondisi Cyber Public Relations Pemerintah hari ini

Di pemerintahan, Cyber PR merupakan sarana penyampai pesan, publikasi dan sumber informasi bagi masyarakat.

Cyber PR dapat menggunakan sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Website untuk terhubung dengan masyarakat.

Memang, Humas pemerintah sudah menggunakan Facebook, Twitter, Instagram dan Website untuk menunjang kegiatannya.

Namun, penggunaan hari ini ternyata belum efisien dan efektif menjangkau serta menarik khalayak.

Sudahkan media tersebut dimanfaatkan secara optimal?

Sebagai contoh website pemerintah terutama pada pemerintah daerah.

Website pemerintah seyogyanya bukanlah proyek gagah-gagahan tanpa peduli pada optimalisasi pemanfaatannya.

Baca Juga Milenialisme.com

Baca Juga :  Hutan Sumbar dalam Ekologi Politik: Keputusan di Hulu, Beban di Hilir

Hari ini banyak yang beranggapan, e-goverment  hanyalah proyek jualan para pedagang teknologi komunikasi dan informasi.

Anggapan ini tidak bisa disalahkan karena konten yang muncul hanya seadanya dan kurang menarik perhatian.

Tantangan  Di Era Digital

Perkembangan teknologi ini sangat menuntut Humas bekerja lebih profesional.

Mulai dari segi kelembagaan maupun dari sisi Sumber Daya Manusia dalam menghadapi derasnya informasi digital di Media Sosial.

Humas Pemerintah ahrus lebih cepat, akurat, dan transparan karena segala sesuatu sudah dalam bentuk digital dan sederhana.

Jaringan komunikasi yang luas serta alur birokrasi dan informasi yang semakin cepat juga harus menjadi perhatian Humas.

Presiden Joko Widodo pernah mengatakan bahwa Kehumasan Pemerintah harus berubah menjadi lebih kreatif, cepat, dan responsif.

Baca Juga :  Hutan Sumbar dalam Ekologi Politik: Keputusan di Hulu, Beban di Hilir

Namun perlu akurasi tinggi untuk membangun public trust. Artinya humas harus lebih adaptif dan cepat dalam merespon isu.

Apalagi kini kita memasuki era post truth, dimana banyak data dan informasi valid yang tertutup oleh hoax di dunia maya, khususnya di media sosial.

Humas harus bisa membuat konten positif di media sosial. Tidak hanya positif tetapi juga menarik agar dilirik oleh khalayak.

Persepsi lama, bahwa PR hanya berfungsi sebagai media relations, membuat klipping, protokoler serta publikasi di konvensional media semata.

Humas harus mulai meninggalkan cara lama untuk menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

Jelasnya profesi Humas sangat menuntut keahlian yang lebih kompleks.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hutan Sumbar dalam Ekologi Politik: Keputusan di Hulu, Beban di Hilir
Saatnya Indonesia Membuat Teknologi Penetralisir Asap Kabut
Mensyukuri Udara Segar, Menjaga Alam, dan Merawat Empati Kemanusiaan
Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Hutan Sumbar dalam Ekologi Politik: Keputusan di Hulu, Beban di Hilir

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Mensyukuri Udara Segar, Menjaga Alam, dan Merawat Empati Kemanusiaan

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB