Harimau Sumatera kembali Muncul di Matur

Penulis -

Minggu, 18 April 2021 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Harimau Sumatera kembali menyerang ternak warga di Jorong Cubadak Lilin dan di Jorong Sari Balance, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Jumat (16/4).

Sebanyak dua ekor hewan ternak warga mendapatkan serangan Harimau Sumatra.

Satu di antaranya mati karena luka cakar, sementara sisanya masih hidup dengan luka yang sama.

Kejadian sekitar pukul 10.25 WIB berdasarkan Kepala Jorong Cubadak Lilin kepada Resor KSDA Agam.

“Sekira pukul 16.00 WIB, kami Tim Resor Agam sampai di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Kepala Jorong Cubadak Lilin.”

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Baca Juga: 

“Kami pun melakukan wawancara dengan pemilik ternak dan identifikasi lapangan di lokasi kejadian,” ungkap Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra.

Dari hasil wawancara dan identifikasi, ternak kerbau milik Dt. Bagindo (60) warga Jorong Sari Bulang sudah mati dengan luka cakaran dan gigitan pada tubuh bagian belakang.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pemilik sudah menguburkan hewan ternak tersebut.

Sementara itu, ternak kerbau milik Rajo Bentan (55) warga Jorong Cubadak Lilin, masih dalam kondisi terluka pada bagian kaki belakang.

Kini Kerbau tersebut sudah berada di dekat rumah pemiliknya.

” Di dua lokasi kejadian ditemukan jejak kaki satwa liar jenis Harimau Sumatera dengan ukuran tapak kaki 11 cm.”

“Lokasi berada di APL dengan jarak dari pemukiman kurang lebih 100 meter,” terang Ade.

Ade melanjutkan mengingat pada bulan Maret dan September 2020 serta terakhir tanggal 8 Maret 2021 lalu, juga terjadi konflik yang sama.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Baca Juga Milenialisme.com

Dengan total korban ternak 5 ekor ternak kerbau dan 3 ekor ternak kambing milik warga setempat, maka akan ada upaya pengusiran.

“Kami telah melakukan beberapa teknik pengusiran satwa liar itu. ”

“Dan akan terus melakukan patroli sekitar lokasi kejadian secara berkelanjutan, penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat, melakukan evakuasi dengan menggunakan perangkap,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB