Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Penelusuran BKSDA, Dua Ekor Harimau Masuk Pemukiman di Koto Nopan Merupakan Induk dan Anak

Dibaca : 433

Pasaman, Prokabar — Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, bersama BKSDA Resor Pasaman, anggota Polsek, Bhabinkamtibmas, Koramil, dan masyarakat, turun ke Kampung Batang Lubu, Nagari Koto Nopan, Kecamatan Rao Utara untuk melakukan validasi laporan harimau masuk kampung.

Hasilnya, setelah menyisir lokasi yang dikabarkan menjadi rute penampakan jejak harimau, tim menemukan jejak dua ekor harimau yang memang ada di sekitar lokasi yang dilaporkan. Jejak ini diduga harimau dewasa dan satu ekor anak.

“Tim BKSDA Sumbar tadi sudah turun kelapangan melakukan pengecekan, mulai di pemukiman warga hingga pinggir sungai yang dekat dengan pemukiman warga sekitar. Dari pengecekan itu, kita menemukan tanda keberadaan berupa jejak kaki yang diduga merupakan telapak kaki satwa harimau Sumatera,” kata Kepala Seksi Konservasi wilayah I BKSDA Sumbar Khairi Ramadhan.

Dari jejak yang ditemukan di lapangan, dua harimau Sumatera itu diperkirakan anak dan induknya. Selain menemukan jejaknya, warga sekitar juga sempat mendengarkan auman suara harimau tersebut sejak dua hari kemarin.

“Dari laporan masyarakat, kita juga memdapat informasi harimau itu juga sudah memakan satu ekor anjing milik warga yang berada dipinggir pemukiman setempat,” terangnya.

Menurut Khairi, secara geografis pemukiman warga di Kampung Batang Lubu Kecamatan Rao Utara itu memang dekat sekali dengan kawasan hutan tempat habitat Harimau Sumatera itu.

Pemukiman warga daerah Batang Lubu, Koto Nopan, Rao Utara ini letaknya juga paling ujung di daerah itu. Jumlah penduduknya hanya sekitar 14 Kepala Keluarga (KK).

Setelah Tim BKSDA melakukan pengecekan di lapangan, pihaknya juga mengedukasi masyarakat setempat. Mengajarkan masyarakat cara mengusir harimau jika kembali lagi ke pemukiman warga yakni dengan meninggalkan beberapa meriam karbit.

Dia juga mengimbau masyarakat setempat untuk tidak melakukan aktifitas harian sementara di sekitar ditemukannya Harimau Sumatera tersebut.

“Untuk mewaspadai adanya korban jiwa. Kepada masyarakat setempat, kami meminta agar senantiasa meningkatkan kewaspadaannya dalam beraktivitas sampai satwa ini aman dan kembali ke habitatnya,” ucapnya.

Kemudian, jika ada warga melihat harimau Sumatera itu kembali berkeliaran di sekitar permukiman masyarakat, sebaiknya tidak diburu atau dibunuh. Sebab, kata Khairi, harimau merupakan satwa yang dilindungi.
“Cukup informasikan saja kepada kami. Agar petugas kami bisa mengambil langkah dan tindakan,” pungkasnya. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top