Padang, Prokabar – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar pelatihan Adopsi Teknologi Digital Pendidikan dalam Pembuatan Konten Pembelajaran bagi Guru Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada Selasa dan Rabu (6-7/6/2023).
Kegiatan dua hari ini juga menggandeng startup digital Sekolahan.id dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. Giat ini dilaksanakan selama dua hari dengan menghadirkan puluhan kepala sekolah, pengawas dan guru.
Ketua Tim Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata, Direktorat Ekonomi Digital, Kementerian Kominfo, Wijayanto menjelaskan, Kominfo memiliki tugas utama membangun infrastruktur namun setelah terbangun pihaknya punya tugas lain, yakni bagaimana memanfaatkan infrastruktur yang dibangun tersebut.
“Kami punya 3 pilar, yakni bagaimana membangun transformasi digital, pemerintahan digital dan industri didukung dengan teknologi digital. Ada enam sektor adopsi digital mulai di pertanian, maritim, pendidikan, logistik, pariwisata dan kesehatan. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat mematangkan penggunaan digital dalam menunjang pembelajaran di institusi pendidikan.” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan kali ini melatih para guru dalam pembuatan konten pembelajaran digital karena saat ini guru wajib menguasai teknologi. Pembelajaran berbasis teknologi digital dinilai lebih efektif dalam memberikan pemahaman pada siswa.
“Kegiatan dimaksudkan supaya guru bisa membuat materi-materi yang bisa menarik minat siswa untuk belajar yang nantinya bisa digunakan, baik dalam bentuk online atau offline,”sambungnya.
Ia menambahkan kegiatan ini nantinya bukan hanya satu kali pelatihan saja, namun para guru ini akan dimonitoring perkembangan dan penerapan pembelajaran.
“Jadi ini bukan pelatihan sekali habis, nanti para guru ini akan terus kita monitoring perkembangannya, pantau bagaimana penerapan kepada para pelajar,” jelasnya.
Ia juga menyatakan komitmen Kementerian Kominfo akan melanjutkan program transformasi digital sektor pendidikan sebagai amanah dari Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika 2020-2024.
“Mentawai merupakan daerah SKPT yang menjadi target atau program strategis Kominfo 2024. Kedepan kami harap teknologi pembelajaran bisa diterapkan di semua sekolah,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Drs. Barlius, menyampaikan terimakasih kepada Kominfo yang telah memfasilitasi guru-guru dari Mentawai sehingga dapat belajar lebih banyak dalam pembuatan konten pembelajaran digital melalui kegiatan adopsi teknologi digital pendidikan ini.
Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Wilayah VIII Mulyadi Wijaya mengungkapkan bahwa ada 70 peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini.
“Ada 70 orang yang terdiri dari kepala sekolah, pengawas dan guru. Mereka akan menjadi leader dan coach teman-teman dilakukan Mentawai karena tidak semua bisa ikut serta dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, meskipun Mentawai masuk daerah tertinggal namun pihaknya memiliki komitmen agar tidak ketinggalan terutama dalam pendidikan dan adaptasi digital.
“Kita sangat membutuhkan transformasi digital. Meskipun peran guru tidak bisa diganti teknologi tapi tanpa teknologi peranan guru akan digantikan. Guru harus senantiasa belajar,untuk itu kami datangkan para guru ini untuk melek teknologi,” pungkasnya.
Di hari pertama, Irfana Steviano, menekankan kepada bapak ibu guru untuk terus mempraktekkan hasil pembelajaran dalam dua hari ini, agar hasilnya maksimal.
“Pesan kami kepada bapak dan ibu guru, hasil dari pelatihan hari ini, harus dan selalu ditingkatkan, di coba lagi, diulang lagi. Karena hal ini akan membantu siswa siswi di kelas bapak ibu guru menjadi lebih paham dan mereka akan jadi lebih tertarik pergi ke sekolah, dan dia akan mampu memahami pembelajaran lebih baik lagi. Pesan saya, bapak ibu guru harus terus belajar dan haus akan rasa ingin tahu, jangan membiarkan situasi dan kondisi yang membatasai dan menjadi penghalang bagi bapak ibu guru. Karena teknologi sekarang semakin mudah, semakin murah, tinggal sekarang tinggal kita saja bagaimana memahaminya.” Sebut Irfan, Pengembang Teknologi Pendidikan Kemendikbud Ristek.
Kemenkominfo tidak hanya memberikan pelatihan selama dua hari saja. Namun akan terus memantau perkembangan adopsi teknologi digital pendidikan ini, melalui kegiatan monitoring dan Evaluasi. (adh)
















