Pariaman, Prokabar – Ada yang unik di Pasar Kuliner Pasar Pariaman, Provinsi Sumbar. Kuliner yang jarang ditemui di hari-hari biasa, yaitu namanya Gogok-godok Batinta atau Godok-godok Saka, salah satu makanan khas masyarakat Pariaman. Rata-rata di Pasar Tradisional bulan Ramadan banyak yang menjualnya.
Godok godok batinta, namanya sudah melegenda, tapi tidak semua orang pernah mencicipi. Kalau sudah mencoba, dijamin akan ketagihan. Godok batinta saat masuk ke mulut terasa kenyal, dengan sensasi rasa legit dan manis. Satu godok pasti tidak cukup, tambuah ciek!

Rasa yang unik Godok-godok Batinta atau Saka, berasal dari sagu, tepung dan pisang. Sedangkan manisan atau tintanya adalah olahan dari gula anau atau Saka yang sudah mencair. Bahannya sederhana, tapi rasanya dahsyat.
“Makanan khas ini sudah lama ada dan selalu ada kami jual. Terutama disaat Pasar Pabukoan digelar setiap Ramadhan,” kata Desi (26), Pedagang Kuliner Pasar Pariaman Selasa Sore (29/05).

Setiap harinya, Desi bersama saudari dan Ibunya membuat Godok-godok Batinta, sebanyak 1 panci besar. Dan selalu laris manis terjual. Selain itu, ia juga menjual pecal, bubur santan, bubur kumpiun dan sayur anyang. Penjualan setiap harinya bisa mencapai Rp1 juta. Warga Desa Kampung Perak ini bahagia dan senang menjual kuliner tersebut karena membawa untung keluarganya.

Rozi (28), salah seorang pembeli mengakui suka dengan kuliner manisan tersebut. Selain enak, juga dianjurkan memakan yang manis-manis saat berbuka puasa. “Godok-godok batinta ini selain manis juga bagus dimakan sesudah berbuka puasa. Dan hal tersebut dianjurkan dalam agama. Makanan khas piaman ini paling digemari masyarakat, setelah sala lauak,” tutur Rozi. (rud)
















