Trending | News | Daerah | Covid-19

Budaya

Garap OKMK, ISI dan Unimas Serawak Malaysia Kolaborasi

Dibaca : 690

Padang Panjang, Prokabar — Dua institusi besar di dua negara Asia berkolaborasi menggarap pertunjukan Opera Komik Malin Kundang (OKMK). ISI Padang Panjang menjalin MOU dengan Unimas Serawak Malaysia.

Sastra Munafri, Ketua Tim Peneliti dan Pertunjukan mengatakan kesempatan mengisi mou dan MOA dengan Unimas telah ditetapkan oleh Rektor ISI Padang Panjang pada Penandatanganan mou tahun lalu di Kota Samarahan, Serawak, Malaysia.

Sebelumnya, OKMK merupakan karya p3s ke 10 dimenangkan Dosen ISI Padang Panjang. Pada pelaksanaan Kemenristekdikti 2018, ISI Padang Panjang mendapat 10 karya dan OKMK merupakan karya ke 10.

Penciptaan OKMK bertujuan menemukan sebuah metode penciptaan opera minang dan sangat banyaknya cerita rakyat yang bisa diangkat dalam bentuk opera komik atau lagu dan dialog.

Karya Opera Komik Malin Kundang merupakan hasil penelitian anak durhaka di 3 negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam dengan cerita dan kondisi sosial yg berbeda. 

“Cerita fiksi tersebut seperti Si Tanggang, Nakhoda Manis dan Malin Kundang. Malin Kundang dan Si Tanggang adalah orang miskin sedangkan nakhoda manis adalah anak saudagar kaya,” tuturnya.

Penciptaan OKMK ini adalah petunjuk tahun pertama dari 3 tahun yg direncanakan. Difasilitasi kemenrintekdikti untuk pelaksanaan penelitian dan pertunjukan.

Akar budaya dan idiom seni Minang yang kaya, sangat bisa kita jadikan sebuah bentuk seni pertunjukan yang lengkap seperti opera komik di Barat. “Kita hanya memakai format dari opera tersebut tapi materi untuk OKMK adalah warna lokal dan kearifan lokal yg bisa menyampaikan edukasi seperti cerita anak durhaka yg berguna sebagai kawalan sosial masyarakat terutama untuk generasi muda,” ungkapnya.

Dalam hal ini patuh kepada ibu dan bapak, ibu yg melahirkannya dan membesarkan dari kecil pada saat ini tidak lagi dipatuhi dan dihargai sebagai seorang ibu dengan sebutan surga terletak di bawak kaki ibu itu patut dihargai dan dipatuhi.

Dari ISI Padang Panjang melibatkan semis jurusan terutama Seni Musik, Teater, Tari, Karawitan, TV Dan film.

Pertunjukan telah terlaksana pada 16 dan 17 November 2018 lalu, di gedung Ekdpremental Teater FSgK Unimas. Jumlah peserta dari Unimad 150 orang sedangkan dari ISI Padang Panjang 30 orang.

“Yang menjadi rujukan OKMK adalah karya besar zaman klasik seperti Wa mozart. Dan patut diperhatikan adalah perbandingan antara lagu dan dialog yaitu 60:40% dan terpenting iringan musik orkestra,” tegasnya.

Layaknya sebuah opera komik adalah musik orkestra, lagu, teater dan tari, untuk tari biasa pakai tari balet. OKMK adalah ibu tradisi Minang yaitu silat. Musik orkestra berupa kolaborasi idiom musik minang yg kaya dengan melodi yg unik dan indah.

Tim peneliti melibatkan Sastra  Munafri selaku Ketua Pelaksana pertunjukan, Hafif, Zainal Warhat dan Novina Yeni Fatriana sebagai anggota. Sedangkan Konduktor sekaligus konsultan karya Yoesnar Djailani yang juga Dosen di FSGK Unimas Malaysia.

“Produksi ini telah menghasilkan 10 lagu dan ost yg berjudul Pakiak Mandeh. Tiga diantaranya telah mendapatkan hak Cipta dari Kemenkumham Indonesia,” tutup Sastra Munafri. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top