Kuala Lumpur, Prokabar – Niat baik selalu akan dibalas dengan kebaikan. Hal inilah yang dilakukan seorang Fauzi Bahar saat menjadi Walikota Padang periode 2004 sampai 2014 silam.
Gagasan berbusana muslim tidak saja ditujukan kepada Aparatur Sipil Negera tetapi kewajiban berbusana muslim juga ditujukan kepada para pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas mendapat apresiasi tinggi dari Universitas Asean University.
Fauzi Bahar pun dianugerahi gelar Profesor yang dilasanakan, Senin (11/3/2024) di kuala lumpur Malaysia.
Fauzi akui, dirinya tidak pernah membayangkan mendapat gelar tertinggi dalam ilmu akademik ini.
“Tak pernah terfikirkan oleh saya. Dari awal menjadi walikota, saya ingin anak perempuan dan pegawai negeri sipil di Kota Padang menutup aurat, tidak lagi menampakan rambutnya kepada yang tidak muhrim, tidak lebih dari itu. Sekali selagi saya tidak pernah membayangkan dan berharap gelar apapun dari kebijakan yang saya buat sewaktu menjadi walikota,” ujar Fauzi Bahar.
Fauzi juga bercerita diawal-awal adanya kebijakan tersebut terjadi pro dan kontra di tengah masyarakat terkait pengunaan busana muslim.
Namun dengan adanya dukungan dari para tokoh masyarakat dan ulama di Kota Padang maka masyarakat yang menolak usulan berbusana muslim tersebut kalah dengan sendirinya.
Hal ini ditambah dengan tingginya animo masyarakat khususnya kaum ibu untuk mengunakan hijab dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dalam mantan komandan pasukan katak ini juga menyebutkan busana muslim yang digagasnya di awal kepemimpinan di Kota Padang dicontoh oleh kabupaten kota lain yang ada di Sumatera Barat.
Terbukti saat ini semua kabupaten dan kota yang ada di Sumbar telah menerapkan busana muslim baik itu di lingkungan kerja begitu juga di lingkungan sekolah.
“Tidak hanya di Sumbar, berbusana muslim juga ditiru oleh kabupaten dan kota lain yang ada di luar Sumatera Barat,” jelasnya.
Atas dedekasinya dalam mengubah peradaban yang berjalan se Nusantara ini, Fauzi Bahar diberikan gelar Profesor oleh ASEAN University Internasional. Penghargaan ini diberikan lansung di auditorium Asean University Internasional dan disaksikan langsung oleh guru-guru besar yang ada di universitas tersebut.
Bagi Fauzi Bahar, penghargaan ini merupakan cambuk bagi dirinya agar bisa lagi memberikan hal-hal yang bermanfaat khususnya dalam mempertahankan budaya lokal yang identik dengan keagamaan yang telah lama hidup dan tumbuh di Sumatera Barat. (*)

















