FPBM 2018 Ditutup, Sampai Jumpa Ditahun Mendatang

Penulis -

Senin, 3 Desember 2018 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Lahir dengan nama Festival Pagaruyung tahun 2015 lalu kini berubah menjadi Festival Pesona Budaya Minangkabau (FPBM). Pergantian nama ini dengan tujuan seluruh masyarakat Minang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tahunan ini Pemkab Tanah Datar ini.

Hal itu disampaikan Bupati Tanah Datar Irdinasyah Tarmizi, saat melakukan Penutupan FPBM 2018, Senin (2/12).

“Tahun ini FPBM diikuti saudara kita dari Malaysia, Brunei Darussalam, Riau dan juga Raja-Raja se Nusantara dengan Festival Keraton Nusantara dan sudah lima hari ini Batusangkar dipenuhi oleh mereka,” ucap Bupati.

Baca Juga :  Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Selama lima hari pelaksanaan kegiatan, pemkab mengklaim kunjungan wisatawan mencapai lima ribu orang pengunjung dengan memberikan dampak nyata bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

“Bayangkan saja, ada lima ribu tamu selama lima hari. Aktivitas jual beli Rp100 ribu saja perorang untuk kuliner, aksesoris dan lainnya, bisa kita lihat berapa perputaran ekonomi di sana,” tambah Bupati.

Baca Juga :  Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Bupati juga menyinggung isu yang berkembang, jika FPBM tidak memberi manfaat nyata, dan hal tersebut harus dibantah.

“Contoh kecil saja, angkot yang biasanya beroperasi sampai pukul lima sore, karena ada event ini, beroperasi sampai malam,” ujar Bupati.

Irdinansyah menambahkan, selaku kepala daerah, ia akan tetap memperjuangkan agar tahun depan FPBM terus dilaksanakan.

“Untuk menggaet para wisatawan berkunjung ke Tanah Datar perlu ada event penarik, yang juga membutuhkan biaya, namun melihat kegiatan FPBM berjalan cukup sukses dan memberikan dampak cukup bagus, kegiatan ini perlu dilanjutkan lagi tahun depan, Insya Allah, dan itu butuh dukungan kita semua,” tamnahnya.

Baca Juga :  Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Sebekumnya, event FPBM 2018 di Tanah Datar dilaksanakan selama 5 hari dari 28 November sampai 2 Desember. Selain itu, kegiatan ini juga dibarengi dengan Featival Keraton Nusantara 2018.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan
Arus Sungai Meluap Hingga Banjir, BPBD Pasaman Kerahkan Alat Berat
Tag :

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Selasa, 1 April 2025 - 14:14 WIB

Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU

Berita Terbaru