Filipina Lakukan Lockdown 13 Juta Warga Manila untuk Menekan Lonjakan Covid

Penulis -

Jumat, 6 Agustus 2021 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Lingkungan Warga Flipina

Kondisi Lingkungan Warga Flipina

Filipina, prokabar.com – Filipina terapkan lockdown di Manila yang penduduknya lebih dari 13 juta orang. Penerapan lockdown tersebut di mulai hari ini, Jum’at (6/8). Filipina menerapkan kebijakan ini bertujuan untuk meredam lonjakan Covid-19 varian delta.

Adapun lockdown ini berlaku hingga dua minggu ke depan. Aparat mengizinkan warga beraktifitas selama lockdown jika memiliki keperluan untuk membeli kebutuhan harian atau ke rumah sakit.

Sementara itu, ada pembatasan pergerakan dari dan menuju kawasan ibu kota. Pemerintah setempat hanya mengizinkan karyawan sektor esensial yang boleh keluar masuk kawasan ibu kota.

Pantauan dari AFP, kepolisian sudah mulai melakukan penjagaan sejak pagi hari di berbagai pos pemeriksaan yang berada di kawasan ibu kota.

Pihak kepolisian harus memastikan bahwa yang melintas di jalanan di kawasan ibu kota itu adalah yang bekerja di sektor esensial. Sehingga, akibat dari penjagaan ketat ini menyebabkan antrean panjang bagi warga yang ingin menuju ke kantor.

Pemerintah setempat menyatakan lockdown ketat ini mulai berlaku hari ini dalam rentan waktu dua minggu ke depan. Tapi, kemungkinan ada perpanjangan jika kasus tak kunjung turun. Filipina saat ini dalam kondisi diserang corona varian delta.

Mereka melaporkan terdapat lebih dari 330 kasus Covid-19  varian delta sejak beberapa pekan belakangan. Mereka khawatir virus varian baru ini meningkat pesat mengingat negara-negara yang berdekatan dengan Filipina telah terkepung oleh virus yang cepat menular ini.

Pemerintah setempat menggencarkan program vaksinasi untuk memperkuat imun warganya. Sampai-sampai Presiden Filipina Rodrigo Duterte sempat mengancam menahan warganya jika tidak melakukan vaksinasi sebelum berkeliaran.

Ancaman Duterte ini sempat mengundang rumor karena pemerintah melarang warganya berkeliaran ketika lockdown sebelum melakukan vaksinasi.

Sehingga mengakibatkan kepadatan oleh warga di pusat-pusat vaksinasi Covid-19 sehari sebelum lockdown. Dan membuat pusat-pusat vaksinasi menjadi kewalahan.

“Kami tak melarang bepergian orang yang belum divaksin. Kami hanya mengatakan bahwa karena saat ini vaksin sudah tersedia, silahkan ikut vaksinasi,” ujar Roque

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB