Festival Pamalayu dan Sungai Batanghari Segera Didaftarkan Jadi Warisan Dunia

Penulis -

Selasa, 8 Oktober 2019 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dharmasraya, Prokabar – Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan menabuh genderang perjuangan untuk membawa Festival Pamalayu dan Sungai Batanghari ke organisasi PBB yang bergerak dalam bidang kebudayaan, Unesco. Organisasi itu diharapkan dapat mencatat Festival Pamalayu dan Sungai Batanghari sebagai salah satu warisan dunia yang harus dilindungi dan diberdayakan oleh masyarakat dunia.

Genderang diplomasi itu ditabuh dalam acara apel gabungan bulan Oktober yang digelar Pemkab Dharmasraya di halaman kantor bupati setempat pada Senin (7/10). Pada kesempatan itu, Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan menegaskan, pihaknya akan mendaftarkan Festival Pamalayu dan Sungai Batanghari agar dicatat sebagai warisan dunia oleh Unesco. Dengan begitu, dunia ikut bertanggubgjawab dalam pemberdayaan Batanghari dan juga pelestarian budaya yang berkembang di Kabupaten bekas kerajaan Malayu Kuno, Dharmasraya.

Sungai Batanghari akan didaftarkan ke Unesco sebagai pusat jalur rempah Sumatera yang keberadaannya harus dilindungi sebagai sebuah budaya kemaritiman dunia. Kemudian Festival Pamalayu yang dipusatkan di Kabupaten Dharmasraya juga akan didaftarken ke badan PBB sebagai warisan kepurbakalaan masa silam dari Kerajaan Malayu Kuno yang sangat kesohor dan berjaya di abad ke 8-12 masehi.

“Saya akan bawa Festival Pamalayu dan Sungai Batanghari ke Unesco,” kata Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Dia berharap, dengan diakuinya dua warisan Dharmasraya oleh badan dunia PBB bisa menambah upaya mengembangkan Kabupaten Dharmasrsya sebagai salah satu destinasi wisata dunia di Sumatera, khususnya Sumatera Barat. Sebuah upaya besar dan cerdas yang dilakukan bupati termuda dalam membawa Dharmasraya ke tingkat dunia.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB