Padang, Prokabar – Festival Nan Jombang Tanggal 3 kembali digelar pada Senin (3/2) di Ladang Tari Nan Jombang, Balai Baru, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Pagelaran itu akan dimulai pukul 20:00 WIB.
Manager Nan Jombang Dance Company, Angga Mefri menyebutkan pada Tahun 2020 merupakan tahun ke-5 Bakti Budaya Djarum Foundation mendukung kegiatan FNJT3 (Festival Nan Jombang Tanggal3).
Dia mengatakan, pada 3 Januari 2020 lalu Festival Nan Jombang Tanggal3 (FNJT3) di tahun ke-8 penyelengaraannya resmi digelar.
Pada malam pembukaan, Festival yang telah didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation selama 4 tahun berturut-turut (2016-2019) tersebut juga merupakan malam launching tiga program tahunan Nan Jombang Grup pada tahun 2020.
Tari Adok atau tari Tanbentan dari Nagari Saniangbaka Kabupaten Solok berhasil memukau penonton yang datang dari berbagai profesi.
Antusiasme penonton yang hadir membuat Ery Mefri yang pada mulanya berniat untuk menghentikan sementara festival tersebut menjadi enggan untuk menghentikannya, serta berjanji akan berusaha agar festival seni tradisi tersebut tetap berlanjut. Janji Ery tersebut dibuktikan dengan digelar kembali FNJT3 pada edisi Februari 2020 mendatang.
“Pada perhelatan FNJT3 mendatang akan dihadirkan pertunjukan kesenian tradisi dari Sanggar Seni dan Budaya San Alida dari Painan Kabupaten Pesisir Selatan,” kata Angga Mefri.
Sanggar yang berdiri sejak tahun 2008 ini telah malang melintang di dunia kesenian. Beragam prestasi telah mereka raih dan juga telah mengharumkan nama Minangkabau ke mancanegara dengan menampilkan kesenian tradisi yang mereka bawa. Salah satunya adalah tampil di Tong Tong Fair Festival pada tahun 2017 lalu di Den Haag Belanda.
Pada FNJT3 Sanggar yang diketuai oleh Erfila Desarta atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bunga ini, akan membawakan 3 ragam tari. Tari Balabek Benten, Tari Rantak Tungga dan Tari Piriang Bayang.
“Tidak hanya itu saja, mereka juga akan membawakan tari randai yang berjudul Saruan Anak Balam. Tari randai ini diangkat dari tradisi pengobatan tradisional di Kabupaten Pesisir Selatan yang bernama Anak Balam.
“Tari randai Saruan Anak Balam ini kami angkat dari sebuah tradisi pengobatan tradisional di pasisia yang kemudian menjadi inspirasi kami dalam membuat karya tari randai ini,” jelas Bunga.
Pada selingannya, beberapa komposisi musik juga akan dipertunjukkan oleh Sanggar ini.
Seperti apakah ragam kesenian tradisi yang akan dibawakan oleh Sanggar Seni dan Budaya San Alida ini?
Silahkan datang dan saksikan pertunjukan mereka pada keseruan FNJT3 3 Februari 2020 besok. Festival ini akan dihelat di Ladang Tari Nan Jombang, Balai Baru, Padang pada pukul 20:00 WIB.(*/mbb)

















