Agam, Prokabar – Dinas Pariwisata Kabupaten Agam dan UM Sumbar sepakat menandatangani Nota Kesepahaman terkait pendampingan pengembangan potensi wisata di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (23/7).
Hal itu dampak kelanjutan dari Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka masuk nominasi Situs Sejarah di ajang Anugrah Pesona Indonesia (API) 2021.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Syatria sangat senang atas tingginya perhatian Univeritas Muhammadiyah Sumatera Barat terhadap pemberdayaan dan pengembangan potensi di Agam.
Telah berperan aktif mengapungkan kembali potensi Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka beserta berkenan menggali potensi di Selingkar Danau Maninjau untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat senang dan menyambut ini dengan sebaik-baiknya. Kerjasama ini menjadi kolaborasi yang sangat membantu peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Syatria.
Danau Maninjau terletak hanya Satu kecamatan saja, yakni Kecamatan Tanjung Raya. Sehingga kesempatan tidak terlalu sulit dan dikembangkan, jika bisa merangkul semua komponen masyarakat. Sejak dulunya sudah terkenal tersohor indah dan surga dunia. Namun mengalami kemerosotan, diakibatkan banyak faktor.
“Kita bersama Pemerintah Pusat, saat ini memang sangat serius menggali dan mengembangkan potensi Danau Maninjau. Dan alhamdulillah, UM Sumbar sebagai pihak akademisi melirik serta ikut tampil membantu. Terimakasih UM Sumbar,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UM Sumbar, Bidang Kerjasama Moch. Abdi bersama Direktur Pusat Pengembangan Desa Wisata Kreatif, Eddi Novra dan Dekan Fakultas Pariwisata, Rozi Yuliani menjelaskan, penandatanganan Nota Kesepahaman ini sebagai bentuk wujud komitmen Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Program ini sangat penting dan mampu menyatukan komitmen lintas sektoral dan lintas komponen masyarakat. Kita melibatkan semua lapisan masyarakat dan Organisasi Pemerintahan Daerah. Alhamdulillah, Bupati Agam sangat responsif dan sangat menyambut kerjasama ini,” tuturnya.
Untuk kedepan, UM Sumbar fokus selama empat bulan kedepan dalam pendampingan pengembangan wisata berbasis potensi lokal. Dan mengambil sampel di Nagari Sungai Batang dan Maninjau.
“Camat Tanjung Raya, Walinagari Sungai Batang dan Pokdarwis cukup respon dan siap bekerja sama. Memperkuat koordinasi dan kerjasama nantinya,” tutupnya. (rud)
















