Pessel, Prokabar – Dinas Perhubungan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), kembali mengusulkan enam unit bus sekolah kepada Kementrian Perhubungan RI, rencananya beroperasi pada tahun 2019 mendatang.
“Saat ini kami sudah punya dua bus. Sebenarnya pada tahun 2017 kemaren sudah di usualkan, sayangnya belum di realisasi oleh Kementerian Perhubungan, namun tahun 2018 sudah di usualkan kembali untuk beroperasi pada tahun 2019 mendatang,” kata Kepala Dinas Perhubungan Pessel, Nuzirwan Selasa (9/10) di rungan kerjanya.
Selama ini, pihaknya menyediakan dua unit bus sekolah untuk mengantar dan menjemput siswa sekolah mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Ia menambahkan, sebanyak dua bus sekolah tersebut beroperasi setiap hari dengan melayani rute dari arah Kecamatan, Koto XI Tarusan dan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan (Rahul).
“Nah kalau enam unit ini di kabulkan oleh Kementerian rencana akan beroperasi di daerah yang dianggap membutuhkan,” ujarnya.
Saat ditanya rute yang dilalui untuk dua bus yang telah beroperasi, Nuzirwan menjelaskan, hal itu disesuaikan dengan tingkat kebutuhan. Biasanya, waktu berangkat bus sekolah pada pukul 05.30 WIB dan pulang pada pukul 15.00 WIB. Titik kumpul keberangkatan di kantor camat setempat.
Ia menjelaskan penambahan bus sekolah tersebut dalam rangka mendukung program kelancaran pendidikan, seperti mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
“Hal tersebut, juga menekan terjadinya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di bawah umur,” ujarnya.
Selain itu, katanya, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pada siswa sekolah di bawah umur, mengurangi kemacetan, dan hemat biaya karena siswa tidak mengeluarkan biaya ongkos perjalanan ke sekolah.
“Anak juga dapat bersosialisasi dengan murid sekolah lainnya di dalam bus sekolah,” tutupnya. (min)
















