Dikenal Hingga Ke Luar Negeri, Merpati Putih Butuh Perhatian Pemerintah. Jangan Sampai Di Klaim Negara Lain!

Penulis -

Sabtu, 30 Maret 2019 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar —Bukan tidak mungkin bila seni beladiri Merpati Putih di klaim negara lain. Merpati putih (MP) merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang Indonesia  yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga keraton yang diwariskan secara turun-temurun.

Pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.

Hingga perkembangannya, seni beladiri yang terbentuk pada 2 April 1963 ini mulai dikenal di sejumlah negara. Sebut saja Amerika, Australia, Thailand, Korea, Jepang, Filipina, Spanyol, Malaysia dan Belanda mempelajari teknik beladiri MP.

Baca Juga :  Porprov XVI 2026; Tim Tenis Meja Beregu Putra dan Putri Kompak Sumbangkan Perunggu untuk Tanah Datar

“Anggota kita bukan hanya orang Indonesia saja tapi dari luar negeri juga ada yang belajar. Mereka tertarik dan menyebarkan ilmu yang didapat di negara asalnya,” terang pewaris MP, Nehemia Budi Setyawan.

Mengingat kondisi seperti ini, Nehemia merasa khawatir bila suatu saat nanti ilmu warisan dari moyangnya diklaim negara lain.

Baca Juga :  Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026

“Harapannya peran pemerintah untuk segera mengakui keberadaan kami. Jangan sampai ketika di klaim negara lain, terjadi penyesalan,” sarannya.

Meski sempat vakum cukup lama, MP merasa terpanggil untuk kembali jadi manfaat bagi banyak orang. Selain olah pernafasan, MP juga mengajak penyandang tunanetra untuk mengasah kepekaan.

“Khawatir dan juga melihat animo yang cukup besar dari masyarakat tentang manfaat MP, akhirnya kami sepakat untuk kembali fokus. Bukan di bidang beladiri saja, melainkan untuk kebugaran dan kesehatan seseorang dengan teknik olah pernapasan,” terang Kelly W Wijayadhi, Ketua Lembaga Kebugaran.

Baca Juga :  Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar

“Kami juga sudah melakukan workshop untuk penyandang tunanetra di Yogyakarta. Tujuannya kami ingin mengasah kemampuan kepekaan mereka. Nantinya kepekaan itu membantu mereka berjalan tanpa tongkat lagi,” tambah Dr Djayeng Tirto, Ketua Umum Merpati Putih. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar
Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026
Porprov XVI 2026; Tim Tenis Meja Beregu Putra dan Putri Kompak Sumbangkan Perunggu untuk Tanah Datar
Daerah Mulai jujur, KONI Pessel Minta Pelaksanaan Porprov Ditunda
Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Ini Alasan Memilih Asics Novablast 6 untuk Lari
POBSI Padang Benahi Tata Kelola Organisasi, Buka Pendaftaran Ketua Baru Periode 2026-2030
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Porprov XVI 2026; Tim Tenis Meja Beregu Putra dan Putri Kompak Sumbangkan Perunggu untuk Tanah Datar

Senin, 14 September 2026 - 10:59 WIB

Daerah Mulai jujur, KONI Pessel Minta Pelaksanaan Porprov Ditunda

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:58 WIB

Ini Alasan Memilih Asics Novablast 6 untuk Lari

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB