Budaya

Dikenal Hingga Ke Luar Negeri, Merpati Putih Butuh Perhatian Pemerintah. Jangan Sampai Di Klaim Negara Lain!

Jakarta, Prokabar —Bukan tidak mungkin bila seni beladiri Merpati Putih di klaim negara lain. Merpati putih (MP) merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang Indonesia  yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga keraton yang diwariskan secara turun-temurun.

Pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.

Hingga perkembangannya, seni beladiri yang terbentuk pada 2 April 1963 ini mulai dikenal di sejumlah negara. Sebut saja Amerika, Australia, Thailand, Korea, Jepang, Filipina, Spanyol, Malaysia dan Belanda mempelajari teknik beladiri MP.

“Anggota kita bukan hanya orang Indonesia saja tapi dari luar negeri juga ada yang belajar. Mereka tertarik dan menyebarkan ilmu yang didapat di negara asalnya,” terang pewaris MP, Nehemia Budi Setyawan.

Mengingat kondisi seperti ini, Nehemia merasa khawatir bila suatu saat nanti ilmu warisan dari moyangnya diklaim negara lain.

“Harapannya peran pemerintah untuk segera mengakui keberadaan kami. Jangan sampai ketika di klaim negara lain, terjadi penyesalan,” sarannya.

Meski sempat vakum cukup lama, MP merasa terpanggil untuk kembali jadi manfaat bagi banyak orang. Selain olah pernafasan, MP juga mengajak penyandang tunanetra untuk mengasah kepekaan.

“Khawatir dan juga melihat animo yang cukup besar dari masyarakat tentang manfaat MP, akhirnya kami sepakat untuk kembali fokus. Bukan di bidang beladiri saja, melainkan untuk kebugaran dan kesehatan seseorang dengan teknik olah pernapasan,” terang Kelly W Wijayadhi, Ketua Lembaga Kebugaran.

“Kami juga sudah melakukan workshop untuk penyandang tunanetra di Yogyakarta. Tujuannya kami ingin mengasah kemampuan kepekaan mereka. Nantinya kepekaan itu membantu mereka berjalan tanpa tongkat lagi,” tambah Dr Djayeng Tirto, Ketua Umum Merpati Putih. (beb)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top