Di FPM 2019, Pemain Talempong Pacik Terbanyak Raih Rekor MURI

Penulis -

Rabu, 4 Desember 2019 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Pertunjukan alat musik tradisional Minang Talempong Pacik di Festival Pesona Minangkabau 2019 di Istano Basa Pagaruyung berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah pemain mencapai 1.599 peserta.

“Jumlah 1.599 orang tersebut berdasarkan hasil yang diverifikasi MURI dari total 2.000 pemain talempong pacik yang diusulkan pemerintah Tanah Datar ke MURI Indonesia,” kata Perwakilan MURI yang menjabat sebagai Manager Senior MURI Awan Rahargo.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan MURI Awan Rahargo ke Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi di dalam Istano Basa Pagaruyung.

Ia mengatakan, dari catatan MURI, bahwa pemerintah Tanah Datar berhasil memecahkan rekor bermain alat musik talempong pacik dengan peserta terbanyak. Sebelumnya pemecahan rekor pemain talempong pacik terbanyak dengan melibatkan sebanyak 1.000 peserta digelar di Kabupaten Limapuluh Kota pada 2012 lalu.

Selain itu, pemain talempong pacik terbanyak dengan melibatkan peserta sebanyak 1.371 orang juga pada pelaksanaan IORA di Kota Padang pada 2015.

“Artinya, dengan jumlah 1.599 orang pemain talempong pacik terbanyak itu, Tanah Datar sudah memenuhi kriteria untuk masuk kedalam rekor MURI Indonesia untuk rekor yang paling banyak pesertanya,” katanya.

Ia mengatakan secara keseluruhan Kabupaten Tanah Datar sudah memecahkan tiga rekor MURI melalui Festival Pesona Minangkabau yang sudah diraih semenjak 2017.

Pada 2017 rekor MURI pada arakan jamba terbanyak yaitu sebanyak 1.111 jamba dari 75 Nagari se-Kabupaten Tanah Datar dan pada 2018 sebanyak 4.000 minum kawa daun terbanyak.

Sementara, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengatakan salah satu tujuan digelarnya event ini bertujuan untuk melestarikan budaya yang ada di Minangkabau, tepatnya di Tanah Datar sebagai “pusek jalo pumpunan ikan”.

Acara tersebut akan disemarakkan dengan berbagai kegiatan, di antaranya pawai budaya Minangkabau yang didukung provinsi tetangga dan negeri Malaysia, Pagaruyuang Ekspo, dan pameran lainnya.

“Lebih kurang ada sebanyak 16 event pariwisata yang digelar selama festival pesona Minangkabau ini. Termasuk pacu jawi di Sungai Tarab Sabtu depan,” katanya.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Berita

UIN Bukittinggi Gelar Workshop UI GreenMetric

Jumat, 9 Okt 2026 - 16:46 WIB