Trending | News | Daerah | Covid-19

Ekonomi

Dampak Penghinaan Nabi Muhammad, Produk Prancis Diboikot

Dibaca : 430

Jakarta, Prokabar — Presiden Prancis Emmanuel Macron belum meminta maaf kepada umat muslim dunia, sejumlah masa menggelar aksi unjuk rasa di kedutaan Prancis.

Demo ini merupakan lanjutan dari demo sebelumnya yang digelar di tempat yang sama dengan jumlah ribuan pedemo pada 2 November (211).
PNovember 2020, pemuda yang berasal Gerakan Pemuda Islam, membeli produk keluaran Danone, seperti Aqua galon, VIT, susu SGM dan biskuit. Setelah dibeli produk – produk itu langsung dibakar sebagai tanda protes terhadap Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Mereka rupanya paham, Danone walaupun dibuat dan dikerjakan oleh orang Indonesia, tapi saham mayoritas milik Prancis.

Pedemo menuntut permintaan maaf presiden Prancis. Masa aksi juga banyak yang membawa poster-poster berisi seruan untuk memboikot produk Prancis dan gambar karikatur Macron.

Demonstrasi kali ini dimotori sejumlah ormas Islam, seperti PA 212, GNPF Ulama,Gerakan Pemuda Islam Indonesia hingga Front Pembela Islam (FPI).

Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi menyerukan untuk memboikot produk yang berasal dari negara Prancis.

Hal itu dilakukan setelah mendengar tindakan penghinaan yang dilakukan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap Nabi Muhammad SAW dan agama Islam. Yang dipastikan menyakiti perasaan umat Islam sedunia.

“Memboikot semua produk yang berasal dari negara Prancis serta mendesak pemerintah RI untuk melakukan tekanan dan peringatan keras kepada pemerintah Prancis,” ungkap Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi.

Hal senada diungkapkan oleh Ustad Tengku Zulkarnain selaku wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui cuitannya pada 2 November 2020 lalu.

” Danone produser barang – barang asal Prancis. Aqua adalah salah satunya. Presiden Prancis menghina Islam dan Nabi Muhammad. Masak sih umat Islam tega mengkonsumsi Aqua dan produk Prancis lainnya? Kaum muslimin jangan diam. Buatlah sekecil apapun yang bisa dibuat,” cuit Ustad Tengku Zulkarnain.

Seruan boikot bukan hanya dari beberapa tokoh agama. Novel Bamukmin, Koordinasi Humas Persaudaraan Alumni 212 juga secara tegas untuk mengikuti seruan ulama.

“Boikot sudah diserukan tinggal umat Islam meneruskan dan Istiqomah apa yang diserukan oleh ulama. Ini pelajaran bagi umat Islam. Bahwa semua produk Indonesia sudah mampu membuat. Misal air mineral Indonesia sudah bisa memproduksi. Dengan harga yang bersaing,” ungkap Novel Bamukmin. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top