Buruan, Kuota Bus “Pulang Basamo” Tersisa 2 Bus

Penulis -

Rabu, 30 Mei 2018 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Perantau Minang memiliki tradisi unik menjelang lebaran Idul fitri tiba, “pulang basamo” atau pulang bersama. Tradisi ini selalu ditunggu tunggu para perantau yang rindu akan kampung halaman mereka.

Di ibu kota Jakarta dan Bandung juga disediakan “pulang basamo”. Pendaftaranya akan ditutup pada 6 Juni mendatang.

Oktaferiando, ketua panitia “Pulang Basamo 2018 mengatakan hingga saat ini sudah terdaftar sebanyak 326 mahasiwa dan perantau yang akan pulang basamo untuk merayakan lebaran di kampung halaman.

“Kuota yang tersisa saat ini dua bus dengan jumlah kursi sekitar 45 orang per bus,” katanya.

Untuk daerah tujuan dari pulang basamo yang diprakarsai oleh sejumlah anak muda Minangkabau ini, yakni Kota Solok, Padang, Bukittinggi dan Payakumbuh, pendaftarannya akan ditutup pada 6 Juni 2018.

Kemudian ia menyebutkan keberangkatan dari Bandung dan Jakarta bervariasi, tanggal 9 Juni, 10 Juni dan 12 Juni 2018.

Kegiatan pulang basamo tersebut sudah rutin dilaksanakan sejak 2009 setiap lebaran dengan tujuan mempermudah masyarakat di rantau untuk pulang ke kampung halaman.

Saat mudik, biasanya harga tiket cukup mahal sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat membantu masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di rumah.

“Untuk tiket pulang basamo ini Rp530.000 per orang, fasilitas bus VIP, disediakan makanan ringan,” sebutnya.

Selain itu ia berharap pulang basamo dapat mempererat silaturahmi antar perantau dan lebih saling mengenal sesama, apalagi perantau dapat dikatakan sebagai salah satu pilar pembangunan yang mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Semoga pulang basamo tahun ini berjalan sukses dan tidak ada kendala,” tambahnya. (*/cvs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB