Jakarta, Prokabar – Perantau Minang memiliki tradisi unik menjelang lebaran Idul fitri tiba, “pulang basamo” atau pulang bersama. Tradisi ini selalu ditunggu tunggu para perantau yang rindu akan kampung halaman mereka.
Di ibu kota Jakarta dan Bandung juga disediakan “pulang basamo”. Pendaftaranya akan ditutup pada 6 Juni mendatang.
Oktaferiando, ketua panitia “Pulang Basamo 2018 mengatakan hingga saat ini sudah terdaftar sebanyak 326 mahasiwa dan perantau yang akan pulang basamo untuk merayakan lebaran di kampung halaman.
“Kuota yang tersisa saat ini dua bus dengan jumlah kursi sekitar 45 orang per bus,” katanya.
Untuk daerah tujuan dari pulang basamo yang diprakarsai oleh sejumlah anak muda Minangkabau ini, yakni Kota Solok, Padang, Bukittinggi dan Payakumbuh, pendaftarannya akan ditutup pada 6 Juni 2018.
Kemudian ia menyebutkan keberangkatan dari Bandung dan Jakarta bervariasi, tanggal 9 Juni, 10 Juni dan 12 Juni 2018.
Kegiatan pulang basamo tersebut sudah rutin dilaksanakan sejak 2009 setiap lebaran dengan tujuan mempermudah masyarakat di rantau untuk pulang ke kampung halaman.
Saat mudik, biasanya harga tiket cukup mahal sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat membantu masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di rumah.
“Untuk tiket pulang basamo ini Rp530.000 per orang, fasilitas bus VIP, disediakan makanan ringan,” sebutnya.

Selain itu ia berharap pulang basamo dapat mempererat silaturahmi antar perantau dan lebih saling mengenal sesama, apalagi perantau dapat dikatakan sebagai salah satu pilar pembangunan yang mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Semoga pulang basamo tahun ini berjalan sukses dan tidak ada kendala,” tambahnya. (*/cvs)
















