Padang, Prokabar – Gedung DPRD Sumateta Barat didatangi belasan mahasiswa, Kamis (9/8). Merekamenolak ambang batas pecalonan presiden (presidential threshold) dalam unjuk rasa tersebut.
Mahasiswa yang didominasi jaket hijau dan orange itu awalnya melakukan orasi di pintu gerbang DPRD Sumbar.
Selain berorasi, belasan mahasiswa tersebut juga bernyanyi sehingga menarik perhatian para pengendara yang melintas di Jalan S Parman Kota Padang, sehingga menimbulkan kemacetan.
Setelah itu mereka beranjak masuk ke dalam halaman gedung tersebut dan kembali berorasi menyampaikan aspirasi mereka.
Para mahasiswa juga terlihat membawa spnduk dengan berbagai tulisan seperti “Tolak Presiden Threshold, Save Demokrasi, Ambang Batas Bunuh Demokrasi, Indonesia Darurat Demokrasi”
Dalam orasinya Presiden BEM KM Unand Faizil Putra mengatakan ambang batas ini menghambat keinginan anak bangsa untuk menjadi presiden.
“Apabila ambang batas ini tidak ada kami dapat mendaftarkan diri menjadi presiden. Ambang batas ini menutup peluang anak bangsa berbakti kepada bangsa ini dengan menjadi presiden,” katanya.
Hingga saat ini unjuk rasa masih berlangsung dan mereka berharap bertemu dengan anggota DPRD Sumbar agar aspirasi mereka dapat diterima secara langsung oleh wakil mereka. (*/mbb)
















