Prokabar – Moment haru tercipta usai laga Portugal vs Spanyol di AT&T Stadium Dallas, Selasa dinihari WIB. Terlihat kapten Portugal, Cristiano Ronaldo menangis usai Portugal tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah ditekuk Spanyol.
Ronaldo, mega bintang yang mewarnai sepakbola dunia selama dua dekade terakhir sudah menyampaikan bahwa Piala Dunia ini adalah Piala Dunia terakhirnya. Air mata perpisahan tak bisa dibendung CR 7, karena karena harapannya bisa membawa Portugal juara di penghujung karirnya gagal kesampaian.
“Saya ingin menikmati Piala Dunia terakhir saya sepenuhnya. Semoga besok bukan pertandingan terakhir saya. Dengan begitu, kalian bisa terus mencaci maki saya,” kata Ronaldo, Senin (6/7) dalam konfrensi pers sebelum laga.
Kekalahan Portugal membuat harapan publik sepak bola yang ingin melihat Ronaldo bertemu pesaing abadinya sebagai dua mega bintang dunia di final Piala Dunia 2026 juga dipastikan tidak akan terwujud.
Setelah peluit akhir dibunyikan, penyerang berusia 41 tahun yang sudah mencatat begitu banyak reko dalam enam kali partisipasinya di Piala Dunia, tak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Ronaldo berdiri di lapangan dengan air mata mengalir. Di sisi lain lapangan, para pemain Timnas Spanyol merayakan kemenangan dan lolosnya mereka ke perempat final Piala Dunia 2026.
Namun, sikap respek diperlihatkan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, yang melihat Ronaldo kemudian mendatanginya. Pemain berusia 18 tahun itu kemudian memberikan pelukan untuk Ronaldo.
Yamal juga terlihat menyemangati dan memberikan penghormatan kepada mantan pemain Real Madrid itu usai bertarung selama 90 menit.

Momen itu menuai banyak perhatian dari suporter kedua tim yang hadir di lapangan dan juga para penonton dari berbagai penjuru dunia yang menyaksikan di layar kaca.
Foto Yamal dan Ronaldo saling berpeluang seketika langsung menjadi viral di media sosial. Jurnalis ternama Italia, Fabrizio Romano turut mengunggah momen pelukan tersebut.
Tidak sedikit pujian yang dilontarkan para penggemar kepada Yamal berkat sikapnya terhadap pemain senior seperti Cristiano Ronaldo usai pertandingan hidup-mati di Piala Dunia.
Ronaldo menjalani debutnya di Piala Dunia pada tahun 2006, bahkan sebelum Yamal lahir, yakni pada tahun 2007. Fakta keduanya tampil di pentas Piala Dunia 2026 dan menjadi lawan di babak 16 besar menjadi salah satu momen paling berkesan di turnamen tahun ini.(*)
















