Di Desa Ini Bersilat dan Main Randai Semarak Nian

Penulis -

Kamis, 10 Mei 2018 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, Prokabar — Saat malam, jauh di atas perbukitan terdapat sebuah pemukiman kecil penduduk. Anak-anak mereka bersilat, main randai dan belajar adat.

Penampilan Randai Sanggar Seni Minang Usaha Bersama Nagari Pilubang.(rud/Prokabar)

Dari kejauhan masih terdengar hentakan langkah kaki sekelompok anak remaja memainkan peran seni pertunjukan. Mereka menari meniru gerakan silat dan membentuk lingkaran bulat. Penampilan kesenian tersebut diiringi dua orang pedendang (penyanyi) serta beberapa orang lainnya memainkan alat musik tradisional. Seni Pertunjukan itu bernama “randai”.

Penampilan Tari Piring.(rud/Prokabar)

Salah satu kesenian tradisional Minang, dengan komplit paduan musik, dendang, tari dan drama klasik. Penampilan itu berlangsung di Korong Padang Kabau Sibaruas, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Selasa malam (8/5).

Masyarakat sadar, pengaruh buruk dari kemajuan dan perkembangan peradaban mulai mengikis, melunturkan nilai luhur kebudayaan Minang. Generasi ke generasi mulai terbawa arus dengan gaya hidup jauh dari karakter budaya bangsa aslinya. Dengan dasar pemikiran dan ide itulah, Sanggar Seni Minang Usaha Bersama Nagari Pilubang, aktif di seni tradisi. Sanggar ini didirikan pada 2016.

Seorang guru sekaligus pelatih, Yurnalis (52) adalah satu dari penggagas pendirian sanggar. Ia menuangkan segala keahlian dan kemampuan. Hasilnya, anak-anak perkampuangan itu kini mengenal kembali nilai-nilai budaya tradisional.

“Ada 5 macam kesenian yang diajarkan kepada anak-anak saat ini. Yakni gerak “randai” disertai silat, alat musik talempong, saluang, gendang tasa atau tambua, Tari Piring dan orkes dangdut manual” kata Yurnalis.

Tingkat pendidikan anak-anak yang diajarkan mulai dari kelas 3 SD hingga kelas 3 SMP. Mereka adalah sasaran utama pembenahan karakter agar tidak terpengaruh buruk seperti generasi sebelumnya. Dukungan orang tua beserta seluruh tokoh masyarakat cukup antusias. Ini terbukti tingginya swadaya masyarakat mendorong berlangsungnya pembinaan karakter generasi.

Putri (16) Salah Satu Anak didik Sanggar Seni Minang Nagari Pilubang.(rud/Prokabar)

“Setelah kesenian, pelatihan Pasambahan atau pidato adat serta pengajian di surau menjadi program berikutnya,” lanjut Yurnalis.

Ali Zuwir (42), Wali Korong Sibaruas sangat bersyukur lahirnya sanggar kesenian tersebut. Betapa tidak, sejak adanya permainan anak nagari ini, anak-anak sudah tidak lagi keluyuran bebas seperti dahulu. Sempat beberapa anak-anak mereka terlibat geng preman yang sering membuat onar di kota Pariaman.

Dampat buruk HP dan internet cukup teralihkan dengan kesibukan belajar seni musik, randai dan silat. Terlebih lagi ada pelajaran tambahan pasambahan dan pengajian di surau nantinya.

Foto Bersama Anggota beserta Pengurus Sanggar Seni Minang.(rud/Prokabar)

Di lain pihak, Ali Ridno (32), anggota Bamus sekaligus tokoh pemuda menyebutkan, sanggar kesenian ini, menjadi harapan baru pada masyarakat. Selain berdampak ekonomis nantinya, proses pendidikan karakter kepada regenerasi dapat berjalan sesuai keinginan bersama. Dukungan konsisten semua pihak sangat diharapkan.

“Sanggar ini, Alhamdulillah mendapat bantuan dari salah seorang anggota DPRD dapil setempat. Melalui dana Pokok pikiran senilai Rp 25 juta, sehingga segala kebutuhan perlengkapan seperti pakaian dan alat musik dapat terpenuhi,” aku Ali Ridno.

Spanduk informasi.(rud/Prokabar)

Masyarakat juga berharap partisipasi Pemerintahan Nagari Pilubang dan Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman ditingkatkan lebih baik lagi. Proses pembentukan pendidikan berkarakter terutama di sanggar milik masyarakat dapat menjadi wadah selain di sekolah formal. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Daerah

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:04 WIB