Harimau dan Silek Harimau di Minang

Penulis -

Senin, 24 Februari 2020 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROKABAR – Harimau di Minangkabau adalah Inyiak, raja rimba raya yang ditakuti sekaligus dikagumi.

Inyiak dalam keseharian masyarakat Minang lamo, adalah awan, disebut “akuan”.

Akuan adalah kawan pria-pria Minang. Kemana saja ia berjalan bersama Inyiak balang. Inyiak juga bisa diracak seperti kuda.

Seseorang bisa memanggil Inyiak ketika ia perlu bahkan untuk menjaga rumahnya.

Inyiak juga mengajari orang Minang bersileweran, namanya Silek Harimau. Silek yang ligat dan mengagumkan.

Intisari silat Harimau terinspirasi dari gerak-gerakan Harimau. Kuda-kuda dan sikap waspada persis menyerupai Harimau.

Maka tak heran, jika mitos yang berkembang mengatakan jika pesilat yang menguasai silat Harimau maka dirinya kelak akan dapat berubah wujud menjadi Harimau.

Meski mitos yang berkembang seputar silat Harimau begitu kental. Seperti pencak silat lain, nuansa Islami juga dominan dalam filosofi yang terkandung didalamnya.

Untuk belajar silat, guru memperkenalkan nilai-nilai agama lebih dulu kepada murid. Seperti pada tradisi Minang, silat zahir bertujuan mencari silaturahmi, batin silat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan jika ingin berniat jahat maka terlebih dahulu telah disingkirkan.

Filosofi tersebut tertuang dalam ungkapan,“Awas rasa jangan hilang, berlantai sebelum roboh, bersiang menebas sebelum tumbuh.”

Ungkapan lantas terimplementasi melalui gerakan kuda-kuda yang berdiri dengan huruf alif yang bermakna pesilat berdiri beserta Allah, berdiri dua kali menyerupai huruf lam dan berdiri dengan menyerupai huruf hijaiyah ‘Kha’. Karakter keras, bukan basa-basi dan tegas menjadi ciri utama ajaran silat harimau.

Karena memang didesain untuk mematikan lawan dengan jurus-jurus berbahaya dengan menyerang langsung daerah vital musuh, baik dengan gaya lenting atau terkam Harimau. Oleh karena itu, silat Harimau kemudian dikenal dengan silat beraliran keras. Demikian keras, hingga potensi penyalahgunaan ilmu begitu besar.

Di Minang juga pernah dikenal cindaku, yaitu manusia harimau jadi-jadian. Semua itu bukan dongeng dan isapan jempol, namun kenyataan pada suatu masa di zaman lampau.(mbb/berbagai sumber)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB