ACT Dirikan Indonesia Medical Clinic Untuk Rawat Ratusan Korban Konflik di Gaza

Penulis -

Jumat, 22 November 2019 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaza, Prokabar — Pekan lalu ketika Israel kembali memborbardir Gaza, sebanyak 35 orang meninggal dunia, 111 orang mengalami luka-luka. Dari seluruh korban, 20 orang di antaranya adalah perempuan dan 46 orang anak-anak dilansir dari Republika.

Melihat banyaknya korban luka dan kondisi akses di Gaza yang sulit, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan bantuan berupa alat-alat medis kepada 338 jiwa dan mendirikan Indonesia Medical Clinic. Bantuan diberikan kepada mereka yang terluka akibat serangan dari Israel dan juga korban luka saat Great Return March (GRM) lalu.

Sementara berbagai akses untuk warga di Gaza, banyak yang dibatasi. Kondisi ini memperparah warga yang menderita luka-luka atau pun sakit di Gaza. Khodor Aldaraj, peneliti konflik di Gaza, kepada Tim ACT mengatakan, Gaza sekarang ini sebuah penjara raksasa, sehingga akses masuk dan keluar benar-benar dibatasi.

“Sungguh, jika seseorang menderita sakit parah di Gaza, seolah dia sudah mendapatkan vonis mati. Mungkin dia masih dapat selamat seandainya mendapatkan pengobatan, tetapi mereka (para penjajah) memvonis mati orang tersebut dengan menghalangi masuknya obat-obatan dan perlengkapan medis untuk masuk Gaza,” imbuh Khodor melalui siaran Pers yang diterima Prokabar, Jumat (22/11).

Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun mendistribusikan bantuan berupa alat-alat medis dan telah mendirikan Indonesia Medical Clinic. Selain mendapatkan bantuan dari sisi medis, para korban juga diberikan santunan sesuai dengan kebutuhan di sana.

“Ada beberapa bantuan yang kita berikan kepada mereka, seperti alat bantu untuk berjalan, popok orang dewasa, obat-obatan, pembersih luka, dan perban. Bantuan-bantuan ini kita berikan kepada mereka yang terluka akibat serangan dari Israel dan juga korban luka saat Great Return March (GRM) lalu. Indonesia Medical Clinic kemudian digunakan untuk pelayanan medis untuk tahap awal atau emergency buat para korban yang tidak harus mendapatkan bantuan advanced di rumah sakit. Tempat yang diinisiasi ACT ini, tetap menyediakan tenaga dokter umum dan dokter ahli untuk menjadi tempat konsultasi dan pemberian obat-obatan,” ujar Andi Noor Faradiba, Tim Global Humanity Response (GHR)-ACT.

Setiap pekan, puluhan hingga ratusan orang terluka dalam Great Return March, termasuk perempuan dan anak yang ikut dalam aksi tersebut. Unjuk rasa yang biasa dilakukan masyarakat Palestina di perbatasan Gaza ditangguhkan pada Jumat lalu. Hal itu merupakan arahan Komisi Nasional Great Return March melihat kondisi eskalasi agresi Israel ke wilayah-wilayah Gaza sejak Selasa (12/11) lalu.

“Kita berikan bantuan dari dermawan Indonesia untuk warga Kota Gaza, Gaza Utara, serta wilayah Shijayyah. Rencananya kita akan ada lanjutan bantuan untuk warga yang menderita luka-luka. Kita sedang dalam proses pengaktifan Indonesia Medical Clinic untuk bantuan yang lebih holistik. Saat ini kita sedang melakukan cat ulang, penambahan listrik, lampu, furnishing,dll. Insya Allah, kami targetkan klinik akan aktif beroperasi mulai minggu depan,” tutup Faradiba. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB