Tanah Datar, Prokabar – Universitas Negeri Padang (UNP) adalah salah satu universitas tertua di Indonesia. Pertama dalam perkembangan diawali periode Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) di Batusangkar kabupaten Tanah Datar pada tahun 1954-1956 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Pengajaran RI yang kala itu Prof. Muhammad Yamin, SH dengan pendiri Prof. Zainoeddin St. Keradjan Dt. Tan Penghulu.
Dalam perkembangannya, PTPG kembali berganti nama dengan Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) pada tahun 1956-1999 dan pada tahun 1999 ditetapkan status menjadi Universitas yang dikenal Universitas negeri Padang sampai sekarang.
Hal ini diungkapkan rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D saat kunjungan ziarah ke makam pendiri perguruan tinggi tertua tersebut, Senin (28/10).
Ganefri mengatakan, kunjungan kemakam ini salah satu upaya mengingatkan kembali sejarah pendiri perguruan tinggi yang bernama UNP sekarang ini.
“Ini mengingat sejarah bahwa pendiri perguruan tinggi tertua di Sumbar bahkan Indonesia seorang tokoh pendidikan yaitu Prof. Zainoeddin St. Keradjan Dt. Tan Penghulu (1902-1985) putra Tanah Datar yang di makamkan di Kampuang Tangah Pagaruyung, Batusangkar,” kata Ganefri.
Rektor Ganefri menambahkan, kegiatan ziarah ini juga dalam rangka DIES Natalis ke 65 UNP dan kepada pihak keluarga atau ahli waris, kami ucapkan terimakasih dan insyaallah ilmu dan apa yang telah di rencanakan almarhum akan terwujud salah satunya akan mengembalikan PTPG atau UNP ke Batusangkar, Tanah Datar.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar yanhbdiwakili Yuhardi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor dan jajaran telah melakukan kunjungan ke makam Prof. Zainoeddin St. Keradjan Dt. Tan Penghulu dan ini untuk mengingat kembali sejarah.
Dengan kujungan Rektor dan rombongan akan menjadi cambuk dan motivasi bagi generasi Tanah Datar, bahwa putra Tanah Datar tercatat menjadi tokoh pendiri kampus UNP.
Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Rektor, Seluruh Dekan Fakultas UNP, Kepala Dinas Sosial dan PPA Tanah datar, walinagari dan keluarga ahli waris. (eym)
















