Pemerintah Bidik Universitas Top Dunia Kolaborasi di Indonesia

Penulis -

Senin, 26 Agustus 2019 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam kesiapan menyongsong era revolusi industri 4.0. Selain telah melakukan upaya strategis melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match dengan industri, pemerintah juga sedang membidik kolaborasi antara perguruan tinggi di Indonesia dengan perguruan tinggi top dunia.

“Salah satu tantangan saat ini adalah di level universitas. Beberapa top universitas di Indonesia belum ada yang masuk dalam jajaran 300 besar dunia. Kami harapkan, beberapa univeritas unggulan di luar negeri mempunyai counterpart dengan beberapa universitas di Tanah Air. Sehingga mereka bisa menjadi top 100, setidaknya di level regional,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dilansir, Senin (26/8).

Menperin mencontohkan, The University of Melbourne misalnya, bisa menjadi rekanan bagi universitas-universitas di Indonesia. “Melbourne University sekarang ada di peringkat ke-33 dunia, diharapkan dapat mendorong capacity building bagi sejumlah universitas yang ada di Indonesia,” tuturnya.

Hal tersebut disampaikan Airlangga ketika memberikan sambutan pada rangkaian acara yang diselenggarakan The University of Melbourne di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Setelah gencar membangun infrastruktur secara masif, program prioritas Bapak Presiden Jokowi selanjutnya adalah menaruh perhatian besar pada pengembangan kualitas SDM,” tegasnya.

Langkah itu guna mengambil peluang dari momentum bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia, terutama pada masa puncaknya di periode tahun 2020 hingga 2024. “Jika kita bisa lebih fokus untuk mengembangkan kualitas SDM dan menggunakan cara-cara baru, maka pemerintah meyakini bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Oleh karena itu, lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan perlu terus didorong untuk melakukan pembenahan secara besar-besaran agar mampu menghadapi perubahan dari beragam aspek. “Kita butuh SDM yang terampil dan mampu menguasai ilmu pengetahuan masa kini dan masa depan,” imbuhnya.

Airlangga pun menyampaikan, guna menghasilkan inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi terkini, dibutuhkan peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan. Hal ini bisa diwujudkan, salah satunya melalui hasil kolaborasi antara akademisi Indonesia dengan akademisi top dunia.

“Dengan demikian, nantinya diharapkan mampu mendorong semakin banyak pelajar Indonesia untuk ikut bekolaborasi dalam menimba ilmu di luar negeri, serta memberi izin universitas atau politeknik dari luar negeri untuk beroperasi di kawasan ekonomi khusus. Ini yang akan kami rencanakan,” paparnya.

Karena itu, Menperin terus mengajak perguruan tinggi agar lebih aktif melakukan riset, khususnya di bidang industri untuk menghasilkan inovasi dan mendongkrak daya saing sektor manufaktur nasional. “Tentunya dalam hal ini universitas harus menjadi bagian dari salah satu langkah strategis dalam menyiapkan kompetensi SDM sesuai kebutuhan di era industri 4.0,” ujarnya.

Airlangga menyebutkan, inovasi serta perubahan terhadap model bisnis yang lebih efisien dan efektif merupakan bagian dari hasil penerapan industri 4.0. Revolusi industri ini diyakini akan mempercepat peningkatan daya saing sektor industri nasional secara signifikan. Industri 4.0 ini ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi dan semakin konvergensinya batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya melalui teknologi informasi dan komunikasi.

“Revolusi tersebut merupakan sebuah lompatan besar di sektor industri dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sepenuhnya tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga di seluruh rantai nilai guna mencapai efisiensi yang setinggi-tingginya untuk melahirkan model bisnis yang baru dan berbasis digital,” tandasnya.

Selain itu, Airlangga mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan strategi dalam memasuki era industri 4.0 melalui implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Aspirasi besarnya adalah menjadikan Indonesia masuk jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

“Dengan peta jalan tersebut, diharapkan akan mampu meningkatkan produktivitas, Research and Development (RnD), inovasi, sekaligus untuk mendorong sektor manufaktur berkontribusi hingga 25% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional,” terangnya. (rel/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau
Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental
Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok
Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi
58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya
96 Orang Siswa Smantara Ikuti TKA 2025
Suka Suka Band, Slank & Bernadya Guncang Pensi Teras 2025 SMAN 3 Jakarta di Balai Sarbini
Kurikulum Berbasis Cinta Resmi Diluncurkan, UIN Bukittinggi Siap Implementasi

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:15 WIB

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:34 WIB

Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:55 WIB

Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok

Selasa, 14 April 2026 - 19:23 WIB

Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi

Kamis, 13 November 2025 - 07:05 WIB

58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB