ACT Bantu Salurkan 100 Ribu Liter Bahan Bakar Untuk Gaza

Penulis -

Rabu, 6 Februari 2019 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaza, Prokabar — Setidaknya ada sepuluh truk besar yang sudah berkumpul sejak pagi, berbaris untuk mengantre di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum di Gaza. Total keseluruhan ada sebanyak 100.000 liter bahan bakar yang siap dimasukkan ke dalam truk, untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah rumah sakit di Gaza.  

Usai prosesi pengisian bahan bakar, truk pengangkut yang telah diberi label bertuliskan “Indonesia Save Palestine, Fuel Distribution for Palestinian Hospital’s Electricity” pun siap memulai perjalanan. Satu per satu truk keluar dari stasiun pengisian bahan bakar.

Melewati tengah kota Gaza, jalan tampak lengang untuk sebuah kota kecil dengan dua juta populasinya. Tak banyak kendaraan yang berlalu-lalang. Menyaksikan lebih detail, bukan hanya ada bendera Palestina yang terpampang di salah satu sisi setiap truk. Ada dua bendera lain yang turut melengkapi: bendera Indonesia dan bendera Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Tak ingin penderitaan warga Gaza kian bertambah, ACT dan bangsa Indonesia pun turut merespons cepat krisis yang berujung membahayakan sistem kesehatan di Gaza. Akhir Januari kemarin, ACT telah menyalurkan sebanyak 100.000 liter bahan bakar untuk rumah sakit di Gaza.  

“ACT telah berkomitmen akan menanggapi situasi genting di Gaza. ACT bantu memasok bahan bakar untuk delapan rumah sakit di Gaza dengan berkoordinasi langsung dengan Mitra Kemanusiaan ACT, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina di Gaza,” ungkap Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) ACT melalui keterangan tertulis yang diterima, Rabu (6/2).

Faradiba juga menyebutkan, bantuan bahan bakar dari Indonesia menyasar ke 8 rumah sakit umum yang tersebar di seantero Gaza, yakni Rumah Sakit (RS) Al-Shifa, RS. Kamal Adwan, RS. Beit Hanoun, RS. Al-Durra, RS. Al-Harazeen, RS. Sakit Shohada Al-Aqsa, RS. Naser, dan RS. European.

“Masing-masing rumah sakit menampung jumlah pasien berbeda. Tiga di antaranya biasa melayani lebih dari seribu, antara lain RS. European dengan 1.600 pasien, RS. Al-Shifa dengan 1.450 pasien, dan RS. Naseer dengan 1.300 pasien,” papar Faradiba.

Merunut fakta sebelum ACT melakukan aksi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa sistem kesehatan di Gaza berada di ujung tanduk. Harga bahan bakar melambung tinggi, sedangkan suplai listrik untuk rumah sakit semakin terbatas. Padahal, data mencatat Gaza membutuhkan 500.000 liter bahan bakar per hari untuk pasokan listrik rumah sakit. Akibatnya, hampir seluruh rumah sakit di Gaza hanya mengandalkan bantuan bahan bakar dari sejumlah lembaga donor internasional, itu pun jumlahnya terbatas.

“Insya Allah, setelah mendapat bantuan bahan bakar, 8 rumah sakit itu bisa beroperasi selama dua pekan ke depan. Sehingga, suplai bahan bakar ini mampu melayani ribuan pasien di semua instalasi rumah sakit di sana,” pungkas Faradiba. (Rel/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB