Jakarta, Prokabar – Mukhlis Abdul Khaliq namanya. Siswa kelas 3 SDN Cibadak X, Sukabumi ini akrab disapa Adul. Namanya mulai dikenal sejak Adul viral di media sosial. Adul berjalan merangkak mengandalkan kedua tangannya menuju sekolah yang berjarak 3 kilometer. Wow!
Saat ini Adul bersama ibunya, Pipin (45) dan Euis Hodijah (53) wali kelasnya berada di Jakarta. Mereka diundang sejumlah stasiun televisi untuk wawancara. “Baru semalam sampai di Jakarta. Seneng datang ke sini, biasanya liat Jakarta cuma di tv,” ucap polos Adul pada Prokabar.com di sebuah hotel di daerah Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (13/11).

Seperti anak seusianya, Adul masih asyik bermain tembak-tembakan. Pistol plastik berwarna biru diacungkan Adul dan ditembakkan ke kaca. Sambil bermain, Adul menjawab sekenanya. “Tadi jalan-jalan ketemu Pak Menteri (Mensos), Adul dikasih semangat belajar,” jawabnya.
Lelah dari perjalanan menembus kemacetan Jakarta, Adul tidak banyak menjawab. Ia malah asyik mondar-mandir ketika Prokabar.com berbincang dengan ibunya. “Adul mau main ah, nggak mau ngobrol,” polos Adul pada ibunya.

Pipin pun berkisah baru kali ini datang ke Jakarta. Ibu empat anak ini mengaku tak percaya bila putra bungsunya ini jadi perhatian banyak orang. “Nggak percaya malah, Ya Allah Adul ternyata jadi terkenal gini,” ucap Pipin.
Semangat Adul dalam keterbatasannya inilah yang membuka mata Pipin untuk terus menyemangatinya bersekolah. “Padahal saya khawatir Adul nggak diterima di sekolah mana pun. Alhamdulillah masih ada yang mau terima anak cacat sepeti Adul,” ujar Pipin.
Jarak antara rumah dan sekolah sangatlah jauh untuk Adul. Apalagi perjalannya butuh ekstra tenaga agar sampai di sekolah. “Dari rumah itu sekitar tiga kilometer, naik turun gunung sampai jalan raya. Jalannya juga setapak, Adul minta jalan sendiri nggak digendong lagi,” kisah Pipin.
Meski sulit bagi Adul berjalan secara merangkak, namun ia tak mau menyusahkan ibunya. “Udah nggak usah digendong. Ibu kan capek, biar Adul jalan pakai tangan saja,” ujar Adul dengan logat bahasa Sunda nya yang kental.

Keseharian Adul yang tinggal di Kampung Cikiwul, Cibadak, Sukabumi rupanya diketahui komunitas sosial Sahabat Kristiawan Peduli (SKP). Kisah Adul diangkat di media sosial dan menarik sejumlah media.
“Banyak wartawan yang datang ke rumah. Awalnya bingung ada apa ini ya. Ternyata Adul mau masuk tv. Ya Allah, ternyata anak saya katanya menginspirasi banyak orang,” ucap syukur Pipin. (beb)
















