Padang, Prokabar – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Rapat Koordinasi Sinergi Nagari yang digelar di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Senin (12/10/2026).
Rakor diikuti lurah, ninik mamak, dan bundo kanduang se-Kota Padang. Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka kegiatan dan menegaskan bahwa penanganan ATS membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.
Jumlah ATS di Kota Padang hingga Oktober 2026 tercatat 6.139 anak, turun dari 7.178 anak pada 2025. Dari data tersebut, sekitar 2.000 anak telah berhasil ditangani dan diarahkan kembali mengakses pendidikan.
“Penanganan ATS membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat paling bawah. Camat, lurah, RT/RW, LKAAM, KAN, dan bundo kanduang diminta aktif memberikan edukasi,” ujar Maigus Nasir.
Sekretaris Disdikbud Kota Padang Ikhwansyah menjelaskan bahwa intervensi dilakukan melalui bantuan pendidikan, pendampingan administrasi, serta penyediaan akses pendidikan formal maupun nonformal.
“Kalau ada anak yang ingin sekolah tetapi terkendala biaya, segera laporkan ke lurah. Pemerintah akan hadir mencarikan solusi,” kata Ikhwansyah.
Pemko Padang menargetkan zero ATS pada 2029 melalui Program Unggulan Padang Juara dan Smart Surau, serta menyediakan jalur pendidikan nonformal Paket A, B, dan C.
















