Padang, Prokabar – Semangat dan kedisiplinan terpancar jelas dari 48 siswa Resimen Mahasiswa (Menwa) Maharuyung Sumatera Barat yang hari ini tampil penuh antusias mengikuti kegiatan latihan menembak di lingkungan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) 2 Padang.
Kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian Pendidikan Dasar Kemiliteran (DIKSARMIL), yang bertujuan membekali para mahasiswa dengan keterampilan pertahanan dasar serta jiwa disiplin yang tinggi. Para peserta terdiri dari 28 orang laki-laki dan 20 orang perempuan yang telah melalui proses seleksi ketat sebelumnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Hadir langsung membuka kegiatan ini, DANSATHANTAI Kodaeral 2 Padang, Letkol Afrison Taufik. Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Padang sekaligus sebagai Pembina, Bapak Raju Mindropa Caniago, Direktur Utama Perumda air minum Kota Padang Hendra Pebrizal serta tokoh masyarakat sekaligus akademisi terkemuka Prof. Genefri, para pejabat dan petinggi Kodaeral 2 Padang, serta beberapa perwakilan Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Sumatera Barat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan nyata berbagai elemen masyarakat terhadap pembinaan generasi muda di lingkungan kampus.
Dalam arahannya, Komandan Resimen, Fauzi Bahar, menegaskan visi besar yang diemban oleh Menwa Maharuyung. “Kami ingin Menwa bukan lagi sekadar organisasi yang mahir baris-berbaris saja. Melainkan menjadi ‘dubalang kampus’ — penjaga yang memastikan lingkungan pendidikan bersih dari narkoba, tawuran, hingga paham ekstremis,” ujarnya dengan tegas di sela-sela kegiatan latihan.
Lebih lanjut Fauzi Bahar menyampaikan, jika Kota Padang sudah dikenal memiliki lembaga Dubalang Kota yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masyarakat pada umumnya, maka kehadiran Menwa Pagaruyung ingin melengkapi peran tersebut sebagai “Dubalang Kampus” — penjaga keamanan dan kedamaian khusus di lingkungan perguruan tinggi. Diharapkan keduanya dapat bersinergi, sehingga Kota Padang tidak hanya aman di masyarakat, tetapi juga kondusif dan bersih dari hal-hal negatif di lingkungan pendidikan.
Kegiatan ini juga didukung oleh Kepala Staf Menwa, Hendra Idrus, yang turut memantau jalannya latihan dan memberikan arahan terkait manajemen organisasi serta pembinaan karakter para siswa.
Para siswa tampak sangat fokus mengikuti setiap tahapan latihan di bawah bimbingan instruktur berpengalaman dari TNI AL. Mulai dari pengenalan jenis senjata, pengecekan keamanan, hingga teknik membidik dan menembak, semuanya dipelajari dengan ketelitian tinggi. Bagi sebagian besar peserta, ini adalah pengalaman pertama mereka berlatih menggunakan senjata api sungguhan, sehingga terlihat rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar yang melekat pada setiap diri peserta hari ini.
Kehadiran para pemimpin daerah dan pimpinan perguruan tinggi memberikan semangat tambahan bagi seluruh peserta. Mereka menyampaikan apresiasi atas inisiatif Menwa Pagaruyung dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan fisik. Diharapkan, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan ini, para siswa mampu menerapkan kedisiplinan yang dipelajari di kampus masing-masing, menjadi teladan bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya, serta turut menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan di Sumatera Barat. (fky)
















