Padang, Prokabar – Luapan air yang terjadi pada 10 Oktober lalu, masih menyisakan pilu bagi warga Sungai Bangek. Terutama mereka yang menggantungkan hidup dari usaha tambak ikan air deras.
Dian, salah satu anak buah kolam di kawasan Sungai Bangek, memperkirakan tak kurang 7 ton jelang panen hanyut dibawa derasnya aliran air. Kerugian ditaksir mencapai 200 juta rupiah.
“Dua orang pemilik kolam, masing-masing pak faisal dan pak raf, yang memiliki jumlah ikan jelang panen seminggu lagi, yang totalnya mencapai 7 ton, harus merelakan ikan mereka hanyut dibawa air bah,” seru Dian, salah satu anak buah kolam di sungai Bangek, saat ditemui di kawasan simpang kalumpang.
Ditambahkannya, saat ini baik pegiat usaha kolam ikan air deras dan juga para petani sekitar, berharap ada perbaikan saluran irigasi, mengingat tak hanya usaha kolam, namun juga usaha pertanian warga, mengingat irigasi tersebut mengairi ratusan hektar sawah petani Koto tangah.
“Ada sekitar dua puluh meter dibutuhkan perbaikan irigasi dengan ketinggian tebing yang mencapai satu meter, ” tutup dian. (Adh)
















