Prokabar.com – Mahasiswa Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) memulai program magang internasional di Kota Bukittinggi dengan menyelami secara langsung industri pariwisata Ranah Minang. Program yang difasilitasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Bukittinggi ini menjadi bagian dari diplomasi akademik yang menghubungkan dunia pendidikan dengan pengembangan pariwisata daerah, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan diawali dengan penerimaan mahasiswa UKM oleh Sekretaris Disparpora Kota Bukittinggi, Andreas May Jaya. Selama menjalani magang, para mahasiswa akan belajar secara langsung mengenai pengelolaan destinasi wisata, pemasaran pariwisata, ekonomi kreatif, serta pengembangan kepemudaan dan olahraga yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Kota Bukittinggi.

Sekretaris Disparpora Kota Bukittinggi, Andreas May Jaya, mengatakan program magang internasional tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa UKM untuk memahami bagaimana sektor pariwisata dikelola dengan memanfaatkan kekayaan sejarah, budaya, dan alam yang dimiliki Kota Bukittinggi.
“Dinas Pariwisata memiliki ruang lingkup yang luas dan saling mendukung, mulai dari bidang destinasi, pemasaran dan ekonomi kreatif, hingga pemuda dan olahraga. Mahasiswa UKM akan memperoleh pengalaman langsung untuk melihat bagaimana kebijakan pariwisata dirancang dan diimplementasikan dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Andreas, kehadiran mahasiswa dari Malaysia juga diharapkan dapat menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan pariwisata sekaligus menjadi jembatan promosi wisata Bukittinggi di tingkat regional ASEAN.
Kepala Pusat Urusan Internasional UIN Bukittinggi, Dr. Irwandi, menegaskan bahwa program magang internasional ini merupakan bagian dari diplomasi akademik yang bertujuan membangun konektivitas antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah.
“Kolaborasi dengan UKM Malaysia bukan sekadar pertukaran mahasiswa, tetapi menjadi upaya membangun konektivitas yang berdampak langsung bagi kelembagaan dan daerah. Melalui magang di Disparpora, mahasiswa dapat mempelajari tata kelola pariwisata berbasis budaya sekaligus mengenalkan potensi Bukittinggi kepada masyarakat internasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Bukittinggi, Dr. Muhiddinur Kamal, mengatakan pengalaman lapangan yang diperoleh mahasiswa menjadi nilai penting dalam program tersebut karena mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melihat langsung praktik pengelolaan industri pariwisata.
“Program ini dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman empiris dalam memahami industri pariwisata Ranah Minang. Di sisi lain, Pemerintah Kota Bukittinggi juga mendapatkan manfaat melalui pertukaran pengetahuan, jejaring akademik, dan semakin luasnya promosi pariwisata di tingkat internasional,” katanya.
Turut mendampingi mahasiswa UKM dalam kegiatan tersebut Kepala LPPM UIN Bukittinggi Dr. Muhiddinur Kamal, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Era Sonita, Kepala Pusat Urusan Internasional Dr. Irwandi, Ketua Program Studi Pariwisata Syariah Dewi Manda, serta Sekretaris Program Studi Pariwisata Syariah Cahya Agung Mulyana, M.PPar.
Melalui program magang internasional ini, mahasiswa Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di luar negeri, tetapi juga menyelami secara langsung industri pariwisata Ranah Minang. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam memperkuat kerja sama akademik Indonesia–Malaysia sekaligus memperluas promosi pariwisata Bukittinggi di kawasan Asia Tenggara.
















