ProKaba.com — UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi terus memperkuat komitmennya dalam membangun jejaring kemitraan dengan sesama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyambutan kunjungan Tim Kerja sama UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau di Ruang Pertemuan Lantai II Rektorat UIN Bukittinggi, Rabu (22/07/2026).
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Wakil Rektor III UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Edi Rosman, S.Ag., M.Hum. Dalam sambutannya, Prof. Edi Rosman mewakili Rektor UIN Bukittinggi mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan sekaligus menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi antarinstitusi pendidikan tinggi Islam.
“Selamat datang Bapak/Ibu Tim Kerja Bidang Kerja Sama UIN Suska Riau di kampus kami yang sejuk, dikelilingi pegunungan Merapi dan Singgalang. Kerja sama UIN Bukittinggi dan UIN Suska Riau yang telah terjalin baik selama ini kita lanjutkan. Apalagi bentuk kerja sama yang strategis dalam memajukan institusi kita masing-masing,” ujar Prof. Edi Rosman.
Menurutnya, kerja sama yang telah terbangun selama ini perlu terus ditingkatkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua perguruan tinggi. Tidak hanya sebatas penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi juga diwujudkan dalam tata kelola administrasi yang profesional, efektif, dan mengikuti perkembangan teknologi informasi.
Prof. Edi Rosman menjelaskan, perkembangan era digital menuntut setiap perguruan tinggi melakukan transformasi dalam pengelolaan administrasi, termasuk administrasi bidang kerja sama.
“Sekarang zamannya era digital. Hal-hal yang berkaitan dengan teknis administrasi penomoran surat sudah seharusnya didigitalisasikan. Dengan demikian akan memudahkan siapa saja dalam melakukan penelusuran nomor surat bidang kerja sama, terutama penomoran yang berbasis data base,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor III didampingi Tim Kerja Humas dan Bidang Kerja sama UIN Bukittinggi yang terdiri dari Aldino Sukma, Novi Zulfikar, dan Nisa Fitriya Anggina. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban melalui diskusi serta saling bertukar pengalaman mengenai penguatan sistem pengelolaan kerja sama antarperguruan tinggi.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja sama dan Kelembagaan UIN Suska Riau, Fitry Yenty, didampingi anggota tim M. Fajri, Melyana Susanti, S.E., dan Azmi menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan UIN Bukittinggi.
“Kami mengucapkan terima kasih telah diterima dan dapat berkunjung di kampus yang sejuk ini, Kampus UIN Bukittinggi. Semoga bentuk kerja sama yang telah berlangsung selama ini dapat kita lanjutkan dan semakin kita perkuat,” ungkap Fitry Yenty.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah poin penting yang menjadi perhatian bersama dalam pengembangan bidang kerja sama di lingkungan PTKIN. Beberapa di antaranya adalah pembangunan administrasi kerja sama berbasis database yang lengkap dan mudah ditelusuri, sistem penomoran surat masuk dan keluar secara terpusat, kejelasan tugas pokok dan fungsi Bidang Kerja Sama, serta optimalisasi implementasi kerja sama dalam mendukung akreditasi institusi maupun program studi.
Selain itu, budaya sharing atau saling berbagi pengalaman antarinstitusi dinilai menjadi langkah strategis agar setiap perguruan tinggi dapat saling belajar dalam mengembangkan konsep maupun implementasi kerja sama yang lebih berkualitas.
“Pembahasan Bidang Kerja Sama di UIN Suska Riau dan UIN Bukittinggi yang tadi telah kita bahas dapat menjadi catatan kita bersama, sekaligus menjadi pedoman dalam melaksanakan dan mengembangkan kerja sama kedua institusi pada masa yang akan datang,” tegas Fitry Yenty.
Melalui pertemuan tersebut, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dan UIN Suska Riau berkomitmen untuk terus memperkuat jaringan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas tata kelola administrasi, tetapi juga mampu memperluas jejaring akademik, mendukung peningkatan akreditasi, memperkuat mutu pendidikan tinggi, serta meningkatkan daya saing kedua perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
















